Penampilan Wilkinson diulas dalam episode ke-7 seri dokumenter pendek yang digarap oleh Crystal Dynamics dan Flying Wild Hog. Game Director Raul Siqueira menilai Wilkinson berhasil membawakan peran Natla secara luar biasa. Ia mampu memancarkan karakter yang lembut namun dibalut agresi implisit, serta memperlihatkan bagaimana emosi dapat diekspresikan secara tenang.
Nuansa Peran yang Berbeda dan Kompleks
Wilkinson mengungkapkan bahwa peran Jacqueline Natla memberi kesan yang berbeda dibandingkan proyek-proyek yang pernah ia kerjakan sebelumnya. Menurutnya, Natla memiliki ciri khas yang kuat dan latar belakang cerita yang kaya, sehingga memudahkan dirinya menyelami emosi karakter tersebut.
Dari sudut pandang naratif, Lead Narrative Designer Maria Boris-Piatkowska menjelaskan bahwa Natla merupakan sosok yang sangat matang dalam merancang strategi. Natla digambarkan bertindak taktis, memperhitungkan setiap ucapan, serta mampu memprediksi berbagai kemungkinan jauh ke depan, bertolak-belakang dengan Lara Croft yang cenderung spontan dan karismatik.
Meski bertolak belakang, Wilkinson menilai Natla dan Lara memiliki banyak kesamaan. Keduanya merupakan sosok yang cerdas, mandiri, serta mampu memanfaatkan keunggulan fisik maupun intelektual mereka untuk mencapai tujuan.
Pembaruan Total dari Versi Klasik 1996
Tomb Raider: Legacy of Atlantis merupakan game bergenre action-adventure yang dikembangkan ulang dari gim klasik Tomb Raider versi 1996. Proyek ini digarap oleh Crystal Dynamics bersama studio asal Polandia, Flying Wild Hog, serta diterbitkan di bawah naungan Amazon Games.
Pengembang menegaskan bahwa proyek ini bukan sekadar remaster, melainkan pembaruan total atas petualangan perdana Lara Croft dalam menyingkap rahasia Atlantis. Selain visual, pembaruan mencakup mekanisme kontrol baru, sistem pemulihan kesehatan yang kini menggunakan skema crafting bahan ramuan dan makanan peningkat status, hingga fitur skill tree untuk meningkatkan atribut karakter.
(Nur Aldiansyah Amirulloh)