Head of Gaming Microsoft, Phil Spencer di E3 2018.
Head of Gaming Microsoft, Phil Spencer di E3 2018.

Microsoft Studios Ganti Nama Jadi Xbox Game Studios

Teknologi microsoft games xbox
Cahyandaru Kuncorojati • 06 Februari 2019 14:05
Jakarta: Keseriusan Microsoft menjamah industri game beberapa waktu lalu telah mendapat restu dari sang CEO, Satya Nadella. Kini, Microsoft menunjukkan langkah selanjutnya yaitu mengubah studio game mereka.
 
Dikutip dari Polygon, Microsoft Studios, yang dikenal sebagai divisi pembuat game Microsoft dan membawahi banyak studio developer yang diakuisisi Microsoft, kini berganti nama menjadi Xbox Game Studios.
 
Hal ini tentu saja menyiratkan langkah Microsoft yang menjagokan Xbox sebagai tombak bisnis di industri game yang dirintis dua dekade lalu. Saat itu, Microsoft merilis generasi pertama konsol Xbox. Nadella sendiri ingin Xbox memiliki platform serupa Netflix tapi ditujukan untuk game.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kabar ini diverifikasi ke pihak Xbox. Dalam pernyataan resmi pada situsnya, pihak Xbox mengatakan bahwa perubahan nama ini adalah langkah membesarkan Xbox sebagai platfrom yang akan menjamah PC dan mobile, tidak hanya konsol.
 
Seperti yang diketahui, Microsoft Studios sebelumnya termasuk sebagai publisher game dengan jumlah developer game naungan terbanyak. Tidak kurang ada 13 studio game yang bernaung di bawahnya.
 
Ketiga belas studio tersebut adalah 343 Industries, The Coalition, Compulsion Games, The Initiative, inXile Entertainment, Minecraft, Ninja Theory, Obsidian Entertainment, Playground Games, Rare, Turn 10 Studios, Undead Labs, dan Global Publishing.
 
Pihak Xbox Game Studios menyatakan bahwa untuk tahun 2019, mereka sudah meyiapkan beberapa game eksklusif untuk Xbox. Di antaranya adalah Crackdown 3, Gears of War 5, Orin and the Will of the Wisps. Selain itu, mereka juga menyiapkan konten baru utuk Sea of Thieves, Forza Horizon 4, dan Minecraft.
 
Meskipun tidak menyinggung soal Xbox terbaru, sejauh ini rumor beredar menyebutkan bahwa Xbox generasi terbaru baru akan dirilis pada 2020 untuk bersaing dengan konsol PlayStation 5 dari Sony.
 
Sebelumnya, Satya Nadella memberikan dukungan terhadap perpaduan bisnis cloud Microsoft dengan divisi Xbox untuk menyediakan layanan streaming game Project xCloud yang akan menghadirkan game streaming tidak hanya untuk PC dengan spesifikasi rendah tapi juga ke smartphone.
 

(ELL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif