Laga GESC: Indonesia DOTA 2 Minor Digelar

Cahyandaru Kuncorojati 17 Maret 2018 12:32 WIB
gamesesportdota 2
Laga GESC: Indonesia DOTA 2 Minor Digelar
GESC: Indonesia Dota 2 Minor
Tangerang: Laga utama GESC: Indonesia DOTA 2 Minor akhirnya digelar hari ini, 17 Maret 2018, berlokasi di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang. Laga ini akan berlangsungselama dua hari hingga tanggal 18 Maret 2018.

Laga hari ini merupakan babak playoffs melanjutkan babak group stage yang sudah digelar secara online kemarin pada tanggal 15-16 Maret 2018. Dari laga group stage kemarin sudah diperoleh beberapa tim yang sudah mengamankan tiket ke posisi quarterfinals dan semifinals.

Fnatic dan Infamous sudah mengamankan poisisi di laga quarterfinals kemudian di babak semifinals sudah lebih dulu diamankan oleh Evil Geniuss dan VGJ.Thunder. Sementara di babak awal playoffs masih ada empat tim yang harus berjuang.




Empat tim tersebut yakni Natus Vincere atau NA'Vi, Digital Chaos, The Final Tribe, dan Rex Regum Qeon (RRQ) yang merupakan perwakilan Indonesia. Kedua tim yang menang bisa kembali berlaga di babak quaterfinals bertemu dengan Fnatic dan Infamous.

Untuk dua tim yang kalah maka mereka harus puas mundur dari laga GESC: Indonesia Dota 2 Minor dan menjadi juara ke-7 dan ke-8 dari kompetisi ini.

Posisi perwakilan Indonesia, RRQ, memang cukup rawan mengingat laga pertama hari ini adalah satu-satunya tiket untuk bisa terus berjuang di kompetisi ini.



Untuk pagi ini, NA'Vi berduel melawan Digital Chaos sedangkan RRQ bertemu dengan The Final Tribe. Pada aga group stage dua hari lalu, RRQ menjadi satu-satunya tim yang sama sekali tidak memperoleh kemanangan.

Kemarin RRQ bertarung melawan NA'Vi dan Infamous tanpa memenagi satu ronde. Berbeda dengan Digital Chaos yag juga tidak memenangi duel sama sekali tapi sempat memenangi satu ronde saat melawan The Final Tribe.



(MMI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.