Suasana kompetisi DOTA 2 The International tahun lalu. (Dot Esports)
Suasana kompetisi DOTA 2 The International tahun lalu. (Dot Esports)

DOTA 2 The International 2019 Kantongi Hadiah Rp400 Miliar

Teknologi esports dota 2
Cahyandaru Kuncorojati • 23 Juli 2019 11:28
Jakarta: Menyelesaikan beberapa kualifikasi regional, kini kompetisi esports terpopuler The International 2019 (TI 19) siap menggelar kompetisi utamanya di Shanghai, Tiongkok, 20 Agustus mendatang.
 
Hadiah total yang disiapkan oleh Valve selaku pemilik game tersebut mencapai lebih dari USD30 juta atau sekitar Rp419 miliar. Angka ini kembali membuat DOTA The International sebagaai kompetisi esports dengan hadiah total terbesar di dunia.
 
Menariknya adalah hadiah total atau prize pool tersebut tidak sepenuhnya disediakan oleh Valve atau pemilik kompetisi. Justru hadiah total yang disiapkan tiap tahun berhasil dari penggalangan dana para gamer DOTA 2, dikutip dari Esports Insider.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Penggalangan dana ini dilakukan dengan cara setiap gamer membeli item atau Battle Pass yang disediakan Valve. 25 persen nilai transaksi dimasukkan ke hadiah kompetisi DOTA 2 The International 2019. Dilaporkan bahwa penggalangan dana untuk hadiah kompetisi bahkan baru dimulai pada bulan Mei lalu.
 
Disebutkan bahwa nilai dana yang terkumpul saat ini lebih besar 29,29 persen dibandingkan hadiah kompetisi DOTA 2 The International 2019. Sementara penggalangan dana kali ini masih dibuka hingga 34 hari ke depan. Angka ini disebut berhasil melampui game Fortnite yang dinilai sangat populer.
 
Fortnite dalam waktu dekat akan menggelar babak final Fortnite World Cup yang digelar oleh Epic Games sebagai pembuat game tersebut. Hadiah senilai USD30 juta disiapkan sendiri oleh Epic Games, bukan oleh penggemar atau gamer Fortnite.
 
DOTA 2 The International 2019 kali ini menjadi kompetisi pertama yang digelar di Asia yaitu di Tiongkok. Nantinya ada 18 tim esports yang akan bertanding termasuk tim pemenangan dari kompetisi sebelumnya, OG team dan Team Liquid.
 
Indonesia sendiri memiliki dua tim esports yang sempat berjuang ke DOTA 2 The International 2019 yaitu tim BOOM.ID dan EVOS Esports. Keduanya berlaga di closed qualifier untuk regional Asia Tenggara, namun harus gugur berakhir di posisi low bracket.
 
Dari media sosial resmi kedua tim esports Tanah Air tadi, disampaikan bahwa mereka sedang kembali fokus untuk DOTA Pro Circuit 2019/2020, kompetisi musiman DOTA 2 yang mempertemukan berbagai tim DOTA 2 internasional.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif