Presiden IESPL (Indonesia Esports Premier League) sekaligus Ketua Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019, Giring Ganesha.
Presiden IESPL (Indonesia Esports Premier League) sekaligus Ketua Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019, Giring Ganesha.

Piala Presiden Esports 2019 Sediakan Pembekalan, Seperti Apa?

Teknologi games esports Piala Presiden 2019
Cahyandaru Kuncorojati • 12 Maret 2019 17:03
Jakarta: Hal yang selalu dicari dari sebuah kompetisi esports tentu saja apa yang didapatkan oleh pesertanya. Umumnya memang hadiah berupa uang.
 
Presiden IESPL (Indonesia Esports Premier League) sekaligus Ketua Organizing Committee Piala Presiden Esports 2019, Giring Ganesha, menyatakan atlet esportsharus mendapatkan pembekalan. Dia menyebutkan di acara ini akan ada sesi bernama Bootcamp.
 
Bootcamp akan digelar tiga hari sebelum laga utama Piala Presiden Esports 2019 dimulai. Bootcamp akan berisi serangkaian pembekalan bagi peserta yang berlokasi di Kantor Staf Kepresidenan, Jakarta.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Giring menjelaskan bahwa Bootcamp akan memberikan beragam pembekalan saat mereka menjadi berkarir atlet esport maupun ke depannya tetap berkarir di ekosistem esports.
 
"Selain pembekalan untuk dukungan psikologis dan kesehatan seperti atlet esports, mereka juga diberikan materi untuk semangat nasionalisme dan dedikasi sportivitas," tutur Giring.
 
"Ada juga pembekalan bagaimana mereka mengelola finansial. Kita tahu kan atlet esportsitu menerima hadiah dan endorsement yang nilainya besar. Jangan sampai mereka punya penghasilan besar tapi tidak bisa mengelolanya," imbuh Giring.
 
Satu lagi yang menurut Giring penting adalah pembekalan public speaking. Menurut Giring, ini penting untuk bekal mereka saat masih menjadi atlet esport maupun tidak. Misalnya saat diwawancara oleh media.
 
"Saya suka lihat atlet esportsusai pertandingan diwawancara oleh media. Jawaban mereka biasanya singkat, padahal mereka diharapkan bisa membangun narasi atau cerita. Mereka juga diharapkan membangun branding dari tim maupun endorsement mereka," jelas Giring.
 
"Christiano Ronaldo bisa populer dan penghasilan besar karena dia bisa branding lewat public speaking. David Beckham, meskipun tidak lagi berlaga di sepak bola tapi dia tetap menerima endorsement yang banyak karena menguasai public speaking," ungkap Giring.
 
Tenaga Ahli Kantor Staf Presiden, Aditya Syarief, menyatakan rangkaian acara Bootcamp ini sangat perlu. Senada dengan Giring, peserta kompetisi esportsharus mengetahui peluan dan risiko menjadi atlet esport.
 
"Semua orang ingin menjadi David Beckham atau di esport ada Jess No Limit tapi tidak semua bisa berhasil menjadi keduanya. Oleh sebab itu mereka harus mendpat pembekalan apabila mereka tidak bisa menjadi kedua idola tersebut," jelas Aditya.
 
Tenaga Ahli Madya Kedeputian II Kantor Staf Presiden, Abraham Wirotomo memberikan penjelasan lebih detil lagi. Menurutnya talenta saja tidak cukup menjadi atlet berprestasi.
 
"Ada tiga hal lainnya. Pertama, harus ad ajiwa nasionalisme, motivasi membela Tanah Air dan mengharumkan nama bangsa. Kedua pemahaman pola hidup sehat dan gizi. Kemampuan otak harus didukung badan yang sehat," jelasnya.
 
"Dan ketiga, kemampuan mengelola finansial. gaji atlet esports boleh dibilang cukup fantastis. Usia 20-an sudah punya pendapatan puluhan hingga ratusan juta per bulan. Mereka harus pandai mengelola keuangan mereka agar tidak boros untuk hal-hal tidak berguna. Syukur-syukur bisa diinvestasi," beber Abraham.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif