Shadow Esports memastikan gelar juara usai meraih Booyah pada game ke-8. Dengan format Champion Rush, tim harus mengumpulkan minimal 80 poin untuk mendapatkan match point sebelum bisa mengunci gelar juara. Shadow Esports berhasil mencapai Champion Rush dengan 85 poin di game ke-7, lalu menutup turnamen lewat kemenangan di game berikutnya.
Performa Shadow Esports terbilang stabil sejak awal Grand Finals. Mereka langsung mengamankan Booyah di ronde pertama, meski sempat kehilangan momentum di game kedua. Namun, mereka mampu bangkit dan terus mengumpulkan poin hingga akhirnya mengunci gelar juara. Secara total, Shadow Esports mengoleksi 109 poin, unggul atas Dewa United yang mencatatkan 130 poin, tetapi kalah dalam sistem Champion Rush.
Pemain andalan Shadow Esports, Juan Daniel Titarsale, menyebut kemenangan ini menjadi momen penting bagi tim setelah sebelumnya gagal meraih gelar. Ia menegaskan bahwa hasil ini menjadi bukti bahwa timnya mampu bersaing dan mengalahkan tim-tim lain di level tertinggi.
“Kemenangan ini sangat berarti buat saya dan tim, setelah kami gagal jadi juara di musim sebelumnya. Akhirnya, kami bisa membuktikan bahwa kami sebagai tim mampu bersaing dan mengalahkan tim lain. Sekarang fokus kami adalah untuk bisa tampil baik di FFWS SEA 2026 Spring agar bisa lolos ke EWC,” ujar Juan.
Ia juga menambahkan bahwa tim memilih tetap tenang dan fokus pada permainan sendiri di tengah persaingan yang ketat. Menurutnya, faktor mental menjadi kunci keberhasilan mereka dalam mengamankan kemenangan.
“Secara permainan, kami merasa masih belum terlalu maksimal. Tapi karena kami memang percaya satu sama lain, akhirnya kami bisa juara. Saat ini kami sudah mau juara, cuma bilang ke teman-teman untuk tetap fokus saja. Apa pun hasilnya ke depan, kita terima, karena rezeki sudah diatur oleh Yang di Atas,” lanjutnya.
Meski berhasil menjadi juara, Juan mengakui performa timnya masih bisa ditingkatkan. Ia berharap Shadow Esports dapat tampil lebih konsisten saat menghadapi kompetisi di level Asia Tenggara.
“Kalau dari saya pribadi sih, belum puas. Dilihat dari hasilnya tadi, kami baru menyentuh Champion Rush di game ke-7, dan baru bisa juara lewat Booyah di game ke-8. Kami ingin belajar untuk bisa tampil lebih konsisten lagi, supaya ke depannya bisa mendapatkan poin dengan lebih cepat,” tambah Juan.
Sebagai juara, Shadow Esports berhak membawa pulang hadiah utama senilai Rp250 juta dari total prize pool Rp850 juta. Hasil ini juga memastikan mereka menjadi salah satu wakil Indonesia di FFWS SEA 2026 Spring, bersama EVOS Divine, Bigetron by Vitality, ONIC Esports, dan RRQ Kazu.
Grand Finals FFNS 2026 Spring di Palembang berlangsung meriah dengan kehadiran komunitas dan penggemar Free Fire. Acara ini digelar di Palembang Sport and Convention Center (PSCC) dengan menghadirkan perpaduan esports dan budaya lokal, termasuk penampilan seni tradisional khas Sumatera Selatan.
Rangkaian FFNS 2026 Spring sendiri telah dimulai sejak Januari 2026 dan diikuti lebih dari 42.000 peserta dari berbagai jalur kualifikasi. Turnamen ini mencatat peningkatan partisipasi yang signifikan dibandingkan musim sebelumnya.
Setelah menjuarai FFNS 2026 Spring, Shadow Esports akan melanjutkan perjuangan mereka di FFWS SEA 2026 Spring dengan target meraih hasil terbaik dan mengamankan tiket menuju Esports World Cup 2026.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News