Federasi Esports Indonesia.
Federasi Esports Indonesia.

Federasi Esports Indonesia untuk Perkuat Ekosistem

Teknologi games esports
Cahyandaru Kuncorojati • 09 Oktober 2019 15:40
Jakarta: Ekosistem esports Indonesia diprediksi semakin kuat karena bertambahnya organisasi pelaku industri esports. Federasi Esports Indonesia (FEI) hadir sebagai organisasi baru melengkapi IESPA dan Asosiasi Video Game Indonesia (AVGI).
 
Selasa, 8 Oktober 2019, Federasi Esports Indonesia yang jajarannya diisi oleh pelaku industri esports resmi diperkenalkan ke publik. Presiden dan Pendiri Indonesia Esports Premier League (IESPL), Giring Ganesha menjabat sebagai Presiden FEI.
 
Selain Giring, jabatan tinggi di FEI juga diisi oleh sosok yang tidak asing, yaitu CEO RRQ Esports, Adrian Pauline Husen sebagai Ketua Umum FEI. Keduanya menyebut bahwa FEI sebagai wadah dan tempat mengadu serta mencari dukungan bagi pelaku industri esports.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adrian Pauline atau yang akrab disapa AP menyebut bahwa organisasi ini didirikan oleh seluruh elemen industri esports untuk menjawab tantangan bersama di industri ini.
 
"Federasi Esports Indonesia hadir menjawab permasalahan para pelaku esports khususnya di level paling bawah, yaitu player, caster, media. Mereka sejauh ini belum ada yang menaungi," tutur AP dikutip dari Hybrid.
 
"Selama ini mungkin mereka perlu ada perbaikan tapi mau ke mana mereka meminta bantuan? Mau dibantu seperti apa? Hal ini yang menurut saya yang perlu dibenahi dan yang menjadi peran utama FEI," imbuhnya
 
Hal yang sama juga diungkapkan oleh Giring. Dia menungkap saat pertama kali terjun ke industri esports dengan IESPL belum ada arah yang jelas untuk perkembangan esports ke depannya. Padahal industri esports sangat menjanjikan dan tumbuh cepat.
 
"Sebagai pendatang baru, saat meeting IESPL perdana, saya lihat esports tidak ada haluan dan pakemnya. Padahal, industrinya berjalan begitu kencang dan cahayanya begitu terang," ujar Giring.
 
AP kemudian melanjutkan mengenai target awal dari FEI. Dia menyebutkan akan berfokus menciptakan standar kompetisi yang berlaku bagi penyeleggara. Kemudian juga akan dibahas mengenai sistem kontrak pemain pro di esports.
 
"Poaching sudah terbentuk sebagai hal lumrah, tapi kalau seperti itu terus, industrinya tidak akan kemana-mana. Jadi, founder FEI yang ada saat ini membuat komitmen ke diri sendiri agar tidak melakukan hal dan bisa menjadi contoh bagi orang lain," jelas AP.
 
Poaching adalah aksi membajak pemain lain dengan cara perwakilan sebuah tim langsung menghubungi sang pemain langsung, tanpa melewati manajemen tim.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif