Senior Vice President ESL APAC-Japan, Nick Vanzetti.
Senior Vice President ESL APAC-Japan, Nick Vanzetti.

Clash of Nations, Jalan Indonesia Menuju ESL One

Teknologi games esports
Cahyandaru Kuncorojati • 15 Februari 2019 18:39
Jakarta: ESL memercayakan Indonesia sebagai tuan rumah kompetisi esport tingkat internasional. Pada tanggal 31 Maret 2019, JIExpo jadi tempat laga grand final ESL Clash of Nationstingkat Asia Tenggara.
 
Senior Vice President ESL APAC-Japan, Nick Vanzetti memiliki pandangan istimewa terkait kompetisi ini dan pemilihan Indonesia sebagai tuan ruah. Menurutnya, kompetisi ini jadi panggung sekaligus jalan untuk Indonesia ikut serta dalam kompetisi ESL tingkat dunia.
 
"Kami ingin tim esport di Indonesia tidak hanya menjadi pahlawan di rumah sendiri, tapi juga di tingkat internasional. Harapannya, tim esport terbaik di sini juga bisa mewakili negaranya dalam pertandingan antar benua dan menjadi yang terbaik di Indonesia," jelas Nick.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Clash of Nations akan mempertemukan perwakilan dari Indonesia, Thailand, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Singapura. Perwakilan Indonesia akan diambil dari hasil kompetisi ESL Indonesia Championship. ESL Clash of Nations sudah menyiapkan hadiah total USD100.000 atau senilai Rp1,4 miliar.
 
Clash of Nations,  Jalan Indonesia Menuju ESL One
 
Delapan tim esport Indonesia yang akan memperebutkan tiket sebagai wakil di ESL Clash of Nations di antaranya Aura Esports, Bigetron, EVOS, GGWP.ID, Saudara Esports, The Prime, WAW Esports, dan XcN Gaming.
 
Berdasarkan presentasi Nick, ESl Clash of Nations sudah termasuk dalam kompetisi esport tingkat pro. Berbeda dengan ESl Indonesia Championship yang berada di tingkat kompetisi nasional. Artinya, Indonesia sudah mendapatkan satu tiket menuju kompetisi ESL paling bergengsi.
 
Misalnya, ESL One yang disebut sebagai Piala Dunia Esport. Indonesia memang sudah banyak mengirim tim esport di kompetisi global, tapi belum ada yang berhasil menembus ESL One.

 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif