Ketua IESPA & Co-Founder LigaGame Esports, Eddy Lim.
Ketua IESPA & Co-Founder LigaGame Esports, Eddy Lim.

Mengubah Pandangan Game dan Esports di Perguruan Tinggi

Teknologi games esports
Cahyandaru Kuncorojati • 11 Februari 2019 13:22
Bandung: Setelah meresmikan digelarnya IEL University Series 2019 di akhir Januari, organisasi MIX 360 Esports juga ingin memberikan sebuah pemahaman lebih luas mengenai industri esportsdan pandangan mengenai game yang selama ini dicap negatif oleh institusi pendidikan.
 
Berlokasi di Universitas Kristen Maranatha, Bandung, kemarin MIX 360 Esports memulai seminar ke lima universitas di Jakarta, Bandung, Yogyakarya, Semarang, dan Surabaya sebagai bagian dari rangkaian kompetisi IEL University Series 2019.
 
Di kampus tersebut digelar seminar bertajuk "Esports: Beyond Gaming" yang memberikan perkenalkan dunia esport ke kalangan mahasiswa, mulai dari sejarah perkembangan, bisnis, dan tren esport serta peluang karir dan usaha yang hadir seiring pertumbuhan industri esport.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Untuk mengembangkan esport, harus terlebih dahulu dimulai dari mengubah paradigma tradisional para orangtua dan institusi pendidikan,” ungkap Chief Operational Officer MIX 360 Esports Harry Kartono.
 
"IEL Campus Seminar menjadi jalan bagi kami untuk mengedukasi tentang berbagai peluang karir dan kesempatan bagi para pelajar untuk berkiprah di dunia esport, dan memberikan perspektif bahwa industri esport ini lebih dari sekedar game semata," jelas Harry.
 
Pihak MIX 360 Esports menyebutkan rangkaian acara ini adalah komitmen mengembangkan industri esport di Indonesia kini tengah menggarap berbagai inisiasi untuk mengembangkan ekosistem esport di tanah air, mulai dari pembinaan bibit-bibit atlet dan caster esport profesional, hingga menyiapkan manajemen tim esport berkualitas.
 
IEL University 2019 Series sendiri menjadi kompetisi esport tingkat kampus pertama dan resmi di Indonesia yang mendapatkan dukungan penuh dari Kemenpora, Komite Olimpiade Indonesia, Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI), dan Indonesia Esports Association (IESPA).
 
Kompetisi yang mempertandingkan game DOTA 2 dan Mobile Legends untuk 12 kampus terpilih ini juga sudah disahkan oleh organisasi esport tingkat Asia yaitu oleh Federasi Electronic Sports Asia (AESF).
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif