Tim EVOS Esports divisi Arena of Valor menjadi juara pertama kompetisi AOV Star League 2018.
Tim EVOS Esports divisi Arena of Valor menjadi juara pertama kompetisi AOV Star League 2018.

EVOS Esports Disuntik Dana Rp50 Miliar

Teknologi games esports evos esports
Cahyandaru Kuncorojati • 06 Maret 2019 21:13
Jakarta: EVOS menyatakan menerima investasi dana sebesar Rp50 miliar dari investor lokal maupun asing, yang salah satunya berasal dari Singapura. Pihak manajemen EVOS belum bisa merilis nama investor-investor tersebut.
 
Informasi yang berhasil didapatkan oleh Medcom.id menyatakan bahwa investor asal Singapura ini merupakan venture capital. Venture capital (VC) selama ini lebih identik sebagai penyedia pendanaan bagi startup, dan bukan tim esports.
 
Pendiri tim EVOS Esports, Hartman Harris, melihat investasi ke tim esports ini seiring industri gaming di Indonesia yang tumbuh tidak hanya sebagai hiburan, tapi juga bisnis.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Investor melihat perkembangan EVOS sebagai pelaku bisnis gaming yang memiliki kompetensi besar terus berkembang," ungkap Harris. Daftar prestasi EVOS yang sudah sangat diyakini Harris membuat tim ini dinilai sangat prospektif di skala nasional dan internasional.
 
Harris juga menyatakan bahwa dana investor yang diterima akan digunakan untuk pengembangan infrastruktur seperti dukungan psikolog, training facility kelas internasional, dan lain-lain.
 
"Kami menghadirkan para pelatih yang berpengalaman dan menguatkan peran analisis untuk menghasilkan tim yang solid, profesional dan meningkatkan performa EVOS di industri ike depannya," tutur Harris.
 
Pihak EVOS Esports mengklaim bahwa tim mereka tercatat sebagai organisasi esports pertama di Asia Tenggara yang melakukan fundraising dari investor asing. Baru ini tim EVOS juga baru saja mendapatkan pendanaan dari perusahaan lokal, Dua Kelinci.
 
EVOS Esports yang dibentuk tahun 2016 telah memiliki beberapa divisi atau cabang game mulai dari DOTA 2, Point Blank, Arena of Valor (AOV), Mobile Legends: Bang Bang, League of Legends, FIFA, Fortnite, PUBG, dan PUBG Mobile. Tercatat ada 19 tim dengan total pemain sebanyak 100 orang.
 
Divisi EVOS Esports juga sudah membuka cabang di beberapa negara mulai dari Filipina, Vietnam, Thailand, dan Singapura. Di Indonesia, perusahaan lokal seperti Go-Jek dan perusahaan konglomerat seperti Salim Group juga turut berinvestasi ke industri esports.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Bagaimana Kami Menguji

Kami menguji produk dengan subjektif karena mengutamakan pengalaman penggunaan. Meski demikian, kesimpulan yang kami ambil juga didasari sejumlah data dari perangkat lunak tertentu yang kami gunakan untuk melihat kinerja produk.

Khusus untuk menguji perangkat keras dan perangkat lunak komputer, kami menggunakan konfigurasi yang identik untuk tiap produk. Berikut komponen testbed resmi Medcom.id

Hardware

  • Prosesor : Intel Core i7-8700K, AMD Ryzen 7 2700X
  • Motherboard : ASUS Z370-A Prime, MSI X470 Gaming Plus
  • RAM : Apacer Panther RAGE 2400 MHz (2x 8GB)
  • VGA : Colorful GTX 1070 X-Top-8G, ASUS ROG Strix RX Vega 64 8G
  • Pendingin : Noctua NH-U21S
  • Storage : Apacer Panther AS340 240GB, Seagate Barracuda 8TB
  • PSU : Corsair RM 850X
  • Monitor : ASUS PB287Q 4K, ASUS MZ27AQ
  • Mouse : Corsair Dark Core SE, Corsair Scimitar Pro
  • Mousepad : Corsair MM1000 Qi, Corsair MM800 Polaris
  • Keyboard : Corsair K63 Wireless, Corsair K70 RGB MK.2 SE
  • Headset : Corsair HS60, Corsair HS70

Software

Performa dan Baterai: PCMark 8, 3DMark, Crystal Disk Mark, CineBench R15 Gaming (PC): The Witcher 3: Wild Hunt, Ashes of Singularity - Escalation, Far Cry 5 Gaming (Mobile): PUBG Mobile

Kami juga menggunakan metode pengujian yang sama untuk semua gadget. Meski di pasar tersedia beragam perangkat lunak untuk benchmark, kami hanya memilih dua berdasarkan reputasi mereka yang diakui secara internasional, 3DMark dan PCMark 2.0.

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif