Turnamen esports bergengsi ini mempertemukan tim-tim terbaik dari 14 region Asia Pasifik dan mempertandingkan dua gim utama, yakni Valorant dan DOTA 2. Ribuan penggemar memadati arena selama dua hari penyelenggaraan yang juga dimeriahkan dengan hiburan live serta pengalaman gaming terkini.
Indonesia mencatatkan prestasi membanggakan lewat BOOM Esports di kategori Valorant dan REKONIX di kategori DOTA 2. Keduanya berhasil melaju hingga partai puncak dan mengakhiri turnamen sebagai runner-up, masing-masing mengamankan hadiah uang sebesar USD 20.000.
Perjalanan BOOM Esports di Kategori Valorant
BOOM Esports tampil solid sejak fase grup dengan meraih kemenangan atas Team NKT, GGEZ, dan LIT Esports. Konsistensi permainan membawa wakil Indonesia ini melaju ke babak semifinal dan menyingkirkan XIPTO untuk memastikan tempat di grand final.
Di partai puncak, BOOM Esports berhadapan dengan Fancy United Esports, tim kuat asal Vietnam. Duel berlangsung ketat dalam dua map dengan perlawanan sengit dari BOOM Esports. Namun, koordinasi dan strategi matang Fancy United Esports membuat tim Vietnam tersebut keluar sebagai juara, sementara BOOM Esports harus puas di posisi kedua.
REKONIX Tampil Konsisten di DOTA 2
Sementara itu, REKONIX menunjukkan performa disiplin dan terorganisir sejak awal turnamen DOTA 2. Memulai langkah dari Upper Bracket, tim Indonesia ini mampu menjaga konsistensi permainan hingga melaju ke babak final.
Di laga penentuan, REKONIX menghadapi Myth Avenue Gaming, tim asal Malaysia yang merupakan juara APAC Predator League musim sebelumnya. Pertandingan berlangsung intens dengan tensi tinggi. Meski akhirnya harus mengakui keunggulan lawan, REKONIX memastikan posisi runner-up dan menegaskan daya saing tim Indonesia di level Asia Pasifik.
Vietnam Tuan Rumah APAC Predator League 2027
Sebagai penutup rangkaian turnamen, penyelenggara resmi menetapkan Vietnam sebagai tuan rumah Grand Final APAC Predator League 2027. Sementara itu, pendaftaran Predator League Indonesia dijadwalkan kembali dibuka pada Oktober 2026, membuka peluang baru bagi tim-tim Tanah Air untuk kembali bersaing di kancah internasional.
Pencapaian BOOM Esports dan REKONIX di APAC Predator League 2026 menjadi bukti bahwa ekosistem esports Indonesia terus berkembang dan mampu bersaing secara kompetitif di tingkat regional.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News