Ilustrasi.
Ilustrasi.

FEI Dorong Pemerintah Buat Regulasi Esports

Teknologi games esports
Gervin Nathaniel Purba, Cahyandaru Kuncorojati • 17 November 2019 15:52
Jakarta: Pemerintah sejauh ini belum membuat regulasi untuk mengatur esports. Federation Esport Indonesia (FEI) mendorong pemerintah untuk segera membuatnya demi memberikan perlindungan kepada atlet.
 
Ketua FEI Andrian Pauline mengatakan para atlet esports mayoritas masih berusia remaja. Rata-rata usia 18-20 tahun. Mereka masih rentan untuk dimanfaatkan oleh berbagai tim atau organisasi yang menaungi mereka.
 
“Mereka belum paham profesional apa. Ketika mereka masuk organisasi profesional, mereka dapat benefit berupa bisa gaji dan sebagainya. Itu hak, dari sisi kewajiban, kebanyakan anak tidak paham tentang kontrak,” ujar Andrian, dalam acara Social Media Week (SMW) Jakarta 2019, di The Hall, Senayan City, Kamis, 14 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam kasus ini, organisasi kerap memanfaatkan ketidaktahuan anak terkait kontrak. Hal ini menjadi tugas federasi untuk memberikan bantuan kepada mereka.
 
Oleh sebab itu, adanya regulasi penting untuk memberikan perlindungan kepada para atlet. Dia khawatir jika tidak ada payung hukum yang jelas, para atlet kerap dipermainkan dan berdampak buruk pada perkembangan industri esports.
 
“Talent ini harus dijaga. Ketika mereka merasa saya hanya dikerjain dan dimanfaatin. Ketika mereka tidak ada regenerasi, mereka berhenti, industri akan kolaps,” ujar Ape, biasa dia disapa.
 
Menurut Ape, pertumbuhan industri esport sedang bagus dalam dua tahun belakangan ini. Hal ini bisa dilihat dari banyaknya brand masuk memberikan sponsor.
 
“Berkaca balik ke 5-10 tahun lalu, semuanya (brand) pasti yang berkaitan dengan komputer. Sekarang banyak, mulai dari makanan dan minuman. Saya melihatnya positif,” ucapnya.
 
Dukungan sekaligus harapan ini juga disampaikan oleh Ape saat presmian berdirinya Federasi Esport Indonesia. Lebih dari sekadar masalah kontrak, saat itu Ape memfokuskan permasalahan poaching.
 
Poaching adalah aksi membajak pemain lain dengan cara perwakilan sebuah tim langsung menghubungi sang pemain langsung, tanpa melewati manajemen tim.
 
"Poaching sudah terbentuk sebagai hal lumrah, tapi kalau seperti itu terus, industrinya tidak akan kemana-mana. Jadi, founder FEI yang ada saat ini membuat komitmen ke diri sendiri agar tidak melakukan hal dan bisa menjadi contoh bagi orang lain," ujar Ape saat itu.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif