Business Development Director, JD.ID HSL, Christian Suryadi dan Head of Gaming and Computer Accesories JD.ID, Henry Yacob.
Business Development Director, JD.ID HSL, Christian Suryadi dan Head of Gaming and Computer Accesories JD.ID, Henry Yacob.

Turnamen JD.ID High School League 2019 Kembali Digelar

Teknologi esports JD.ID
Cahyandaru Kuncorojati • 17 Oktober 2019 21:48
Jakarta: Kompetisi esports nasional tingkat pelajar yang digagas JD.ID kembali berlangsung. JD.ID High School League (HSL) 2019 kini memulai rangkaian turnamen musim kedua. Sama seperti sebelumnya, acara ini mendapatkan dukungan penuh dari sekolah peserta kompetisi.
 
"Minat dunia pendidikan untuk berkompetisi di JD.ID HSL menunjukkan tren yang terus meningkat. Jika pada musim kompetisi pertama diikuti oleh 223 tim esports SMA/SMK, untuk musim kedua tahun ini jumlah tim esports SMA/SMK yang berpartisipasi meningkat menjadi 298," tutur Business Development Director JD.ID HS, Christian Suryadi.
 
Melihat pertumbuhannya yang sangat positif dari musim ke musim, bagi Christian hal ini merupakan bentuk dukungan untuk terus memberikan edukasi tentang dunia esports di dunia pendidikan Tanah Air.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Masing-masing terdiri dari 16 tim esports yang telah lolos dari kualifikasi sebelumnya (tim penghuni SERI A), 124 tim yang mengikuti kualifikasi kompetisi DOTA 2 musim ini," jelas Christian.
 
"158 tim mengikuti kompetisi eksibisi PUBG Mobile. Mereka berasal dari 71 kota di seluruh Indonesia dan tim paling jauh adalah Tim Esports SMA Mandala Triloka Papua," imbuhnya.
 
Christian menegaskan bahwa tujuan digelarnya acara ini bukan mengajak pelajar untuk mengikuti pertandingan game online demi hadiah menarik.
 
Esensi utama dari acara ini disebut untuk memberikan edukasi mengenai industri baru bernama esports yang turut berkontribusi bagi ekonomi digital.
 
Dia mengakui langkah ini cukup sulit di awal penyelenggaraan JD.ID HSL. Makanya di musim pertama kompetisi beberapa bulan lalu mereka mengajak tokoh di dunia pendidikan dan psikologi untuk mengungkap hal positif dari industri esports.
 
"Sembari terus memberikan edukasi terkait hal-hal tersebut, mulai musim kompetisi kedua ini, fokus kami bertambah ke edukasi tentang bagaimana membangun pembinaan strategis untuk prestasi yang berkelanjutan pada tim esports sekolahan," ujar Christian.
 
Turnamen DOTA 2 masih menjadi kompetisi utama di musim kedua. Ada 20 tim esports dari masing-masing sekolah peserta JD.ID HSL 2019 musim kedua.
 
Seluruh peserta tadi di antaranya SMA Marsudirini Bekasi, SMAN 1 Bandar Lampung, SMAN 6 Cimahi Bandung, SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 23 Bandung, SMK Bhakti Anindya, dan SMKN 4 Bandung.
 
Dilanjutkan dengan SMKN 9 Surabaya, SMAN 2 Bandung, SMAN 1 Solo, SMAN 10 Bandung, SMKN 1 Cipanas, SMKN 2 Bandung, SMKN 7 Samarinda, dan SMAN 2 Ungaran. Kemudian ada SMKN 1 Surabaya, SMAN 2 Mojokerto, SMAN 16 Bandung, SMAN 19 Bandung, dan SMAN 3 Samarinda.
 
Untuk kategori kompetisi eksibisi PUBG Mobile, sebanyak 158 tim yang sudah terdaftar akan mengikuti kualifikasi sebanyak empat babak. Sebanyak 20 tim terbaik PUBG Mobile hasil babak kualifikasi berhak untuk berlaga di babak utama. Total hadiah kompetisi musim kedua JD.ID HSL 2019 adalah Rp410.000.000.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif