Tim epsorts OG jadi juara bertahan di The International dua tahun berturut-turut yang baru pertama kali terjadi di sejarah kompetisi tersebut. (Twitter/ The International)
Tim epsorts OG jadi juara bertahan di The International dua tahun berturut-turut yang baru pertama kali terjadi di sejarah kompetisi tersebut. (Twitter/ The International)

OG Catat Rekor Baru Juara The International 2019

Teknologi games esports dota 2
Cahyandaru Kuncorojati • 26 Agustus 2019 07:27
Jakarta: Semalam rangkaina kompetisi esports tahunan paling bergengsi di dunia DOTA 2 resmi berakhir. DOTA 2 The International (TI) 2019 garapan Valve berakhir dengan pertandingan final yang seru dan dimenangkan oleh OG.
 
Pertandingan yang memperebutkan piala sekaligus gelar bergilir The Aegis of Champions ini diperebutkan oleh dua tim yang sama-sama pernah memegangnya. Team Liquid menjadi juara di The International 2017, dan OG adalah juara di The International 2018.
 
OG berhasil menang sebagai juara bertahan di The International 2019. Prestasi ini adalah kali pertama di sepanjang riwayat The International, sebagai tim pertama yag menang dua tahun berturut-turut. Pertandingan semalam juga menarik karena mempertemukan dua tim perwakilan kawasan Eropa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Padahal tim OG sendiri dinilai banyak pihak tidak terlalu potensial di kompetisi tahun ini. Alasannya, tim OG tidak menampilkan performa permainan yang baik di musim turnamen DOTA Pro Circuit yang berjalan sebelum The International 2019, dikutip dari DotEsports.
 
Meskipun begitu, tim OG berhasil masuk di upper bracket,sementara Team Liquid berada di lower bracket. Tetap saja perjuangan Team Liquid juga menyita banyak perhatian karena bisa sampai ke final.
 
Tim OG diisi oleh Anathan 'ana' Pham, Topias 'Topson' Taavitsainen, Sebastien '7ckngMad' Debs, Jesse 'JerAx' Vainikka, dan Johan 'N0tail' Sundstein selaku pendiri tim OG. Mereka menang atas Team Liquid dengan skor akhir 3-1 setelah di awal menerima pukulan telak dari lawan.
 
Tim ini berhasil memenangkan juara pertama degan hadiah USD15.6 juta atau sekitar Rp221,7 miliar yang menjadi hadiah pemenang terbesar pertama dalam di dunia yang pernah diterima sebuah tim esports. Angka ini masih sama fantastisnya dengan hadiah juara Fortnite World Cup yang diterima Kyle Giersdorf.
 
Tidak hanya itu, hadiah total DOTA 2 The International 2019 yang mencapai USD34,2 juta atau sekitar Rp487,4 miliar juga menjadi hadiah total terbesar di dunia dalam sebuah kompetisi esports. Perlu dicatat, hadiah total ini tidak berasal dari Valve, melainkan donasi atau penggalangan dana dari gamer dari sebagian keuntungan transaksi in-game DOTA 2.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif