MBR Bara. (Foto: Raul/Medcom.id)
MBR Bara. (Foto: Raul/Medcom.id)

Bara, dari Nyaris Pensiun hingga Membawa MBR Omega ke Panggung FFWS SEA 2026

Mohamad Mamduh • 22 September 2026 10:49
Ringkasnya gini..
  • MBR Omega mencatat sejarah sebagai tim komunitas pertama yang lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall
  • Bara mengaku sempat ingin pensiun sebelum keberhasilan lolos ke turnamen regional menghidupkan kembali kariernya
  • Mental santai, fokus pada permainan, serta dukungan keluarga menjadi bagian penting dalam perjalanan MBR Omega
Surabaya: MBR Omega mencatat sejarah sebagai tim komunitas pertama yang berhasil lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall yang digelar di Surabaya pada 19-20 September 2026.

Bomber MBR Omega, Bara, mengungkapkan keberhasilan menembus babak final menjadi salah satu momen yang tidak disangka sepanjang kariernya. Ia mengingat kembali keputusan untuk keluar dari tim lamanya dan membangun kepercayaan terhadap proses bersama skuad baru.

“Bagian yang paling gue enggak sangka dari diri sendiri itu saat gue memutuskan keluar dari EVOS. Selama empat musim, dari Medan, Makassar, Palembang, sampai Jogja, kita benar-benar percaya sama proses,” kata Bara saat ditemui Medcom.id di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Sabtu, 19 September 2026.

“Roster kita yang sekarang berempat sebenarnya sudah mulai bersama sejak Palembang. Jadi, selama dua season kita berusaha buat bisa lolos ke SEA,” lanjutnya.
 

Perjalanan Karier dan Pengalaman MBR Bara

Sebelum memperkuat MBR Omega, Bara sempat membela EVOS dan Tiger Wong Esports. Meski pernah merasakan persaingan di tingkat internasional, perjalanan kariernya tidak selalu berjalan mulus karena sempat menghadapi ancaman degradasi.

“Sebelum gabung ke MBR, gue main di EVOS. Karena MBR tim komunitas, gue merasa lebih spesial ketika berhasil lolos ke Grand Finals FFWS SEA kali ini. Perjalanannya juga enggak gampang, kita harus bisa menjalani proses tersebut sebaik mungkin,” tuturnya.
 
Kelolosan MBR Omega ke Grand Finals sempat mengejutkan. Pada pekan keempat hari kedua, persentase kelolosan MBR berada di angka 30 persen setelah tertahan di peringkat kesembilan. Namun, fokus pada permainan membuat mereka berhasil mengamankan tiket ke babak final.
 

Bara Sempat Ingin Pensiun dari Esports

Kompetisi Free Fire Nusantara Series (FFNS) di Yogyakarta juga menjadi titik balik bagi karier profesional Bara. Saat itu, ia sempat mempertimbangkan untuk pensiun dini.

“Mungkin waktu FFNS Jogja kemarin. Kalau waktu itu gue enggak berhasil lolos ke SEA, mungkin karier gue bisa berhenti di situ. Gue sempat berpikir, 'Kayaknya udah kelamaan deh di game ini.' Tapi, alhamdulillah dikasih lolos, jadi gue bisa lanjut lagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, Bara mengingat FFNS musim keempat sebagai salah satu momen terburuk bersama MBR. Saat itu, mereka finis di posisi kedelapan.

“Momen paling buruk? FFNS yang di Palembang, karena menurut kita itu FFNS paling buruk. Kita finis di posisi delapan. Jadi, itu yang paling gue ingat,” paparnya.
 

Mental Santai Jadi Kunci MBR Omega ke Grand Final

Menurut Bara, keberhasilan MBR Omega bertahan hingga babak puncak sebagai tim komunitas tidak lepas dari pola pikir para pemain yang tetap rileks dan tidak memberikan beban berlebihan kepada diri sendiri.

“Menurut gue karena kita semua santai dan enggak terlalu banyak memberikan beban pikiran ke diri sendiri. Kita enggak berpikir, 'Kita harus lolos.' Intinya, kalau kita bermain bagus dan saling mengingatkan, itu yang bisa bikin kita tetap fokus. Jadi, kita enggak perlu terlalu membayangkan harus lolos. Kita fokus ke in-game-nya saja, enggak terlalu memikirkan hasil setiap match,” jelasnya.
 
Di balik konsistensinya di panggung e-sports, Bara menyebut keluarga, terutama orang tua, menjadi sumber motivasi dan dukungan terbesarnya.

“Keluarga lah. Orang tua. Mereka selalu mendukung dan selalu mendoakan gue. Itu yang menurut gue paling berpengaruh sampai hari ini,” tutup Bara.

(Ahmad Raul)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA