Abay mengungkapkan bahwa rasa percaya diri menjadi salah satu modal yang membawanya hingga ke panggung puncak kompetisi regional tersebut. Ia mengaku tidak ingin terlalu memikirkan hasil pertandingan agar tetap fokus bersama tim.
“Setiap sebelum mulai pertandingan gue selalu percaya diri sih. Mau hasil gue bagus atau jelek, gue enggak terlalu ngikutin hasil. Jadi, gue selalu yakin kalo kita bakal lolos ke grand final,” kata Abay saat ditemui Medcom.id di Tunjungan Plaza Convention Hall, Surabaya, Sabtu, 19 September 2026.
Perjalanan Karier dari Komunitas, Akademi, hingga Tim Utama
Karier Abay di dunia esports bermula dari kompetisi tingkat komunitas saat masih duduk di bangku SD. Setelah menjuarai ajang Royal Combat, bakatnya dilirik manajemen RRQ untuk bergabung dengan skuad akademi RRQ sebelum akhirnya dipromosikan ke tim utama RRQ Kazu.“Awalnya gue main Free Fire itu waktu kelas 6 SD. Waktu itu diajak teman, terus tiba-tiba dia ngajak ikut turnamen offline. Setelah itu, gue juara Royal Combat Season 8 atau Season 9, kalau enggak salah. Setelah itu gue ditawarin sama tim RRQ buat masuk ke akademi. Dari situ awal perjalanan gue di RRQ,” ungkapnya.
Perpindahan dari level komunitas ke kompetisi profesional membuat Abay harus beradaptasi dengan lingkungan kompetitif yang lebih ketat. Ia juga merasakan perbedaan teknis ketika bersaing di level internasional, seperti EWC dan FFWS Global Final di Brasil.
“Kalau permainan di Indonesia, masih cenderung mengandalkan mikro, terlalu mengandalkan mekanik pemain. Sedangkan kalau di internasional, kita enggak bisa cuma mengandalkan mikro, kita juga harus mainin makro,” jelasnya.
Dukungan Keluarga dan Kingdom Jadi Motivasi Abay
Ketika tim menghadapi situasi sulit atau mengalami penurunan performa, Abay memilih mengingatkan rekan-rekannya terhadap keberhasilan yang pernah diraih. Ia juga mengaku kini lebih bijak dalam menyikapi komentar netizen di media sosial untuk menjaga kondisi mental.“Komentar pedas netizen? Dulu sempet berpengaruh. Tapi, sekarang gue udah gak terlalu nanggepin dan peduli sih,” tegasnya.
Dukungan orang tua, khususnya sang ibu, serta para Kingdom menjadi motivasi Abay untuk terus berkembang. Menghadapi babak final, ia tidak menjadikan trofi sebagai satu-satunya target dan memilih fokus memberikan performa terbaik.
“Orang tua gue selalu mendukung gue, terutama ibu gue, pasangan gue, bahkan para Kingdom juga,” ucapnya.
“Yang ingin gue buktiin di FFWS SEA kali ini, gue pengen lihat tim gue main bagus aja. Kasih gameplay terbaik. Karena bagi gue, juara itu bonus,” tutup Abay.
(Ahmad Raul)