Mengacu pada ketentuan Olympic Council of Asia (OCA), terdapat 11 nomor pertandingan esports yang akan dipertandingkan. Dari jumlah tersebut, Indonesia melakukan entry pada sembilan nomor. Nomor yang diikuti meliputi Gran Turismo 7, eFootball, PUBG Mobile, Martial Arts (Street Fighter 6, Tekken 8, dan King of Fighters XV), Pokémon Unite, Identity V, Honor of Kings, Naraka, serta Mobile Legends: Bang Bang.
Sementara itu, Indonesia memutuskan untuk tidak melakukan entry pada nomor League of Legends (PC) dan Puyo Puyo Champions (PC) dalam kesempatan kali ini.
PB ESI menegaskan bahwa status entry by number merupakan tahapan administrasi awal. Hal ini bukan berarti Indonesia otomatis tampil di pertandingan utama di Aichi-Nagoya. Seluruh negara yang telah mendaftar wajib melewati proses Qualifier Road to Main Event sesuai ketentuan AINAGOC dan masing-masing publisher.
Kepala Pelatih Timnas Esports Indonesia, Richard Permana, menyebut langkah entry ini sebagai bagian penting dalam mengikuti mekanisme resmi menuju Asian Games.
"Entry ini memastikan Indonesia tetap berada dalam jalur resmi menuju Asian Games. Kami menunggu informasi teknis kualifikasi dari penyelenggara agar dapat menyesuaikan langkah berikutnya sesuai ketentuan yang berlaku,” ujarnya
Pengumuman resmi mengenai format dan jadwal pelaksanaan kualifikasi direncanakan akan disampaikan pada Maret 2026. Hasil dari babak kualifikasi tersebutlah yang akan menentukan negara mana saja yang berhak melaju ke babak utama (Main Event).
PB ESI menempatkan babak kualifikasi sebagai tahapan krusial dalam perjalanan menuju Asian Games 2026. Melalui BTN dan jajaran pelatih serta tim profesional, organisasi tersebut berkomitmen memastikan persiapan atlet dilakukan secara terarah dan berkesinambungan, dengan harapan Indonesia memiliki peluang maksimal untuk melaju ke babak utama.
(Sheva Asyraful Fali)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News