Team Elvo divisi Free Fire.
Team Elvo divisi Free Fire.

Team Elvo, Tim Bentukan Veteran Esports Andrew Tobias

Teknologi games esports
Cahyandaru Kuncorojati • 17 Januari 2020 16:43
Jakarta: Pria bernama Andrew Tobias mungkin bukan pro player di turnamen esports Tanah Air. Namun, kiprahnya di industri esports yang panjang di Indonesia membuatnya pantas menyandang gelar veteran di industri ini.
 
Dalam pengumuman turnamen Garena Free Fire Master Season musim pertama beberapa hari lalu, pria yang akrab disapa Andrew ini hadir. Kehadirannya ternyata untuk mendukung tim esports bentukannya, Team Elvo yang berlaga di turnamen tersebut.
 
Kepada Medcom.id, Andrew mengakui bahwa dirinya telah meninggalkan posisi di Tencent Games. Di posisi tersebut dia berhasil membesarkan komunitas dan turnamen PUBG Mobile di penjuru Indonesia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Perlu diketahui bahwa dahulu Andrew pernah menjadi manajer tim esports NXL esports divisi DOTA 2 hingga menjabat di jajaran pengurus Indonesia Esports Association.
 
"Kalau tiap ditanya kenapa kok aku sekarang keluar dari tempat kerja sebelumnya dan buat tim esports, jawabannya ya kayak kemakan omongan sendiri," jelasnya sambil bergurau.
 
Team Elvo, Tim Bentukan Veteran Esports Andrew Tobias
 
"Banyak yang tanya-tanya aku gimana sih bikin tim, segala macam. Aku bilang, jangan lah! Bikin tim itu investasinya besar, dan lain-lain. Soalnya bakar uangnya kencang, mending event organizer atau digital agency yang berkaitan dengan esports," tutur Andrew.
 
Dia menilai proses pembuatan tim esports tidak mudah dan harus banyak investasi waktu, tenaga, dan uang tapi tujuannya yang dikejar adalah prestasi atau kebanggaan. Bagi Andrew soal revenue bukan jadi fokus utama membentuk tim esports yang pertama adalah kecintaan terhadap industri ini dan prestasi.
 
Andrew mengakui bahwa keputusannya kali ini untuk mendirikan tim esports menjadi pembuktian dirinya bahwa dia bisa terus berkontribusi bagi industri ini di Indonesia. Dia juga merasa sulit lepas dari industri karena seperti sudah mendarah daging.
 
"Bayangin bikin tim esports satu divisi aja harus menyatukan kepala atau chemistry dari lima orang, bagaimana kalau sampai lebih dari tiga divisi. Kita harus support para pemain juga itu aja belum tentu dapet juara," imbuhnya.
 
Team Elvo yang didirikan oleh Andrew saat ini baru memiliki dua divisi yaitu Free Fire dan Call of Duty Mobile. Debut tim esports ini dimulai di Garena Free Fire Master Season dan Piala Presiden Esports 2020 yang menyertakan Free Fire sebagai salah satu nomor kompetisi.
 

 
Selanjutnya Team Elvo akan melengkapi divisi timnya untuk game PUBG Mobile, Mobile Legend dan game yang akan dirilis tahun ini yaitu League of Legends Mobile. Rencana ini dibalas dengan pertanyaan, mengapa tidak berminat membentuk divisi game esports di platform PC?
 
"Ya kita realistis aja, tren saat ini yang besar itu kan game mobile tapi bukan berarti kita tidak ada rencana saat ini. Kita masih baru jadi kita lihat momen yang ada di mana," ujar Andrew.
 
12 tahun bergelut di industri esports, Andrew menjanjikan akan membentuk tim esports yang mengikut standar esports di luar negeri tanpa meninggalkan ekosistem yang mendukungnya. Andrew berjanji masih akan turun tangan langsung untuk membesarkan timnya.
 
"Aku senang kalau dapat talent dari daerah, buat player maupun tim konten di Team Elvo. Mereka itu sangat mudah diolah. Jadinya kita juga ikut membantu industri ini menemukan talent-talent baru, tidak semuanya dari kota besar atau Pulau Jawa," bebernya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif