
Sumber: Media Garena ID
Bigetron menjadi tim Indonesia pertama yang mengunci tiket Grand Finals pada hari kedua pekan ketiga. ONIC kemudian menyusul sehari setelahnya dengan memuncaki klasemen pada hari terakhir. Keberhasilan tersebut menjadi hasil positif bagi kedua tim yang melakukan perubahan roster di tengah berlangsungnya kompetisi.
Bigetron memanfaatkan periode transfer dengan mendatangkan dua pemain baru, yaitu Rafael Gabriel Yahzel Lumi (FELLOW) dan Velerio Thymoti Bolung (TIUSZZ). Sementara itu, ONIC kembali menurunkan pemain senior Adam Ramdani (ADAM) dan memberikan posisi kapten kepada Rattapoom Sunthalunai (POOM), pemain asal Thailand yang baru bergabung musim ini.
Kebangkitan Bigetron di Pekan Ketiga
Perjalanan Bigetron pada pekan ketiga tidak langsung berjalan mulus. Pada hari pertama, Robot Merah hanya mengoleksi 54 poin dan harus puas berada di posisi ke-10. Mereka juga tidak memperoleh Booyah, dengan total poin berasal dari 33 eliminasi dan 21 poin placement.
Situasi berubah drastis pada hari kedua setelah Bigetron memainkan susunan pemain barunya. Tim tersebut berhasil mendapatkan satu Booyah, 55 eliminasi, serta 42 poin placement dengan total 97 poin.
Perolehan itu membawa Bigetron menempati posisi kedua klasemen hari kedua, tepat di belakang Team Flash yang mengumpulkan 116 poin. Hasil tersebut sekaligus memastikan Bigetron menjadi tim Indonesia pertama yang mendapatkan tiket menuju Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall.
ONIC Tampil Konsisten hingga Hari Terakhir
ONIC menunjukkan performa stabil sepanjang pekan ketiga dengan selalu berada di lima besar pada setiap matchday. Mereka membuka pekan dengan finis di posisi kelima dan mengumpulkan 84 poin.Pada hari kedua, ONIC berhasil memperbaiki posisi dengan menempati peringkat ketiga setelah mengantongi 87 poin. Performa terbaik mereka kemudian muncul pada hari terakhir ketika ONIC memimpin klasemen dengan 116 poin.
Pada matchday tersebut, ONIC meraih satu Booyah, 70 eliminasi, dan 46 poin placement. Jika dijumlahkan, mereka mengoleksi 84, 87, dan 116 poin dalam tiga hari pertandingan. Konsistensi tersebut mengantarkan ONIC menjadi tim Indonesia kedua yang memastikan tiket Grand Finals.
Performa ONIC juga dipengaruhi sejumlah perubahan strategi dari pelatih Ahmad Fadly Masturoh (AFM). Ia kembali memainkan Adam Ramdani (ADAM) setelah pemain senior tersebut tidak diturunkan selama dua pekan pertama.
Selain itu, AFM mengubah posisi kapten dengan memberikan tanggung jawab tersebut kepada Rattapoom Sunthalunai (POOM), menggantikan Irgi Ramdani (GEDAY). Perubahan tersebut membuat POOM dipercaya untuk mengambil keputusan penting selama pertandingan.
RRQ, MBR Omega, dan EVOS Masih Berjuang
Sementara Bigetron dan ONIC telah mengamankan tiket Grand Finals, RRQ Kazu dan MBR Omega belum berhasil memanfaatkan pekan ketiga untuk mengunci kelolosan lebih awal.MBR Omega mengakhiri hari ketiga di peringkat keenam dengan 75 poin, sedangkan RRQ Kazu berada di posisi ketujuh dengan 63 poin. Hasil tersebut belum cukup bagi keduanya untuk menempati dua posisi teratas dan mengamankan tiket secara langsung.
EVOS Divine menghadapi situasi yang lebih sulit. Tim yang berstatus juara Esports World Cup 2025: Free Fire tersebut hanya mampu menempati peringkat ke-11 pada hari ketiga dengan 48 poin.
Absennya Rasyah dan Reyy membuat EVOS masih berusaha menemukan chemistry serta ritme permainan terbaik. Mereka kini harus tampil maksimal pada pekan terakhir agar tetap memiliki peluang melaju ke Grand Finals.
Enam Tim Sudah Amankan Tempat
Setelah pekan ketiga berakhir, Bigetron by Vitality dan ONIC dipastikan menjadi bagian dari Grand Finals. Keduanya bergabung dengan empat tim lain yang telah lebih dulu mengamankan tiket, yakni All Gamers Global, Buriram United Esports, Twisted Minds dari Thailand, dan Team Flash dari Vietnam.Dengan demikian, keenam tim tersebut kini dapat memusatkan perhatian pada persiapan menuju Grand Finals yang akan berlangsung di Surabaya.
Pekan Keempat Jadi Penentuan
RRQ Kazu, MBR Omega, dan EVOS Divine akan kembali bertanding pada Knockout Stage pekan keempat yang dijadwalkan berlangsung pada 4–6 September 2026.Pekan terakhir ini menjadi kesempatan terakhir bagi tim-tim yang belum lolos. Hanya enam tim teratas yang akan mendapatkan tiket ke Grand Finals, sedangkan enam tim terbawah harus mengakhiri perjalanan mereka di FFWS SEA 2026 Fall.
RRQ Kazu akan berusaha memulihkan momentum setelah mendapatkan hasil yang belum maksimal. MBR Omega juga akan berupaya membuktikan kemampuan mereka setelah menyandang status juara FFNS. Sementara itu, EVOS Divine harus menghadapi tekanan besar untuk mempertahankan peluang tampil di kompetisi Asia Tenggara.
Ketiga tim Indonesia tersebut harus memberikan performa terbaik agar dapat menyusul Bigetron by Vitality dan ONIC ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Fall di Surabaya.
Pertandingan pekan keempat dapat disaksikan mulai pukul 17.30 WIB melalui kanal resmi Free Fire Esports ID di YouTube, Facebook, dan TikTok.
(Zalsabila Natasya)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda