Total 18 tim akan bertarung untuk memperebutkan gelar juara Asia Tenggara sekaligus delapan tiket menuju FFWS Global Finals 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada November mendatang.
Kelima wakil Indonesia datang dengan kondisi berbeda. Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu mempertahankan fondasi tim yang relatif stabil, sementara EVOS Divine dan ONIC melakukan perubahan roster. Di sisi lain, MBR Omega memasuki kompetisi setelah menjuarai Free Fire Nusantara Series (FFNS) 2026 Fall.
Lima Wakil Indonesia Langsung Bermain Dua Kali
Pekan pembuka FFWS SEA 2026 Fall berlangsung pada 14–16 Agustus 2026. Dalam setiap matchday, dua grup akan digabungkan ke dalam satu lobi berisi 12 tim yang bertanding dalam mode Battle Royale.
Bigetron by Vitality dari Grup A dan RRQ Kazu dari Grup B menjadi wakil Indonesia yang membuka perjuangan pada Jumat, 14 Agustus. Keduanya akan berada dalam satu lobi bersama sejumlah tim kuat dari kedua grup, termasuk Secret WAG, juara bertahan asal Vietnam, Buriram United Esports, serta All Gamers Global atau AG.AL dari Thailand.
Pada Sabtu, 15 Agustus, RRQ Kazu kembali bertanding ketika Grup B digabungkan dengan Grup C. Tiga wakil Indonesia dari Grup C, yaitu ONIC, EVOS Divine, dan MBR Omega, juga memulai langkah mereka pada hari yang sama.
Ketiga tim Grup C kemudian kembali tampil pada Minggu, 16 Agustus, kali ini bersama Bigetron by Vitality dari Grup A. Dengan format tersebut, seluruh wakil Indonesia akan memainkan dua matchday pada pekan pertama.
Perubahan Roster Jadi Modal Persaingan
Bigetron by Vitality dan RRQ Kazu memasuki FFWS SEA 2026 Fall dengan fondasi yang relatif stabil. Keduanya mempertahankan inti permainan yang konsisten dan berupaya mengubah hasil evaluasi dari kompetisi sebelumnya menjadi modal untuk musim baru.
Pelatih RRQ Kazu, Adi Gustiawan (Coach Ady), menilai chemistry bukan lagi persoalan utama bagi timnya.
“Kami sudah cukup lama bermain bersama, jadi chemistry bukan lagi hal yang perlu kami cari. Tantangan kami sekarang adalah mengubah konsistensi itu menjadi hasil yang benar-benar selesai sampai akhir. Hasil di EWC menjadi bahan evaluasi besar buat kami. Musim ini kami ingin bermain lebih rapi, lebih berani mengambil keputusan, dan tidak membiarkan kesempatan lepas begitu saja.”
Sementara itu, EVOS Divine memasuki musim baru dengan perombakan roster. Tim tersebut mendatangkan FaizMKS dan IKAL untuk mengisi posisi Rasyah dan Rey yang memilih rehat.
Perubahan tersebut dilakukan setelah EVOS mengalami sejumlah hasil kurang memuaskan dalam beberapa turnamen terakhir, termasuk EWC 2026. Kini, EVOS berupaya kembali bersaing sebagai salah satu tim yang diperhitungkan di level regional.
ONIC juga datang dengan tekanan tersendiri. Setelah pernah menjuarai FFWS SEA pada Spring 2025, performa ONIC mengalami penurunan pada beberapa musim terakhir. Tim ini gagal mengamankan tiket FFWS Global Finals 2025, tidak lolos ke Grand Finals FFWS SEA 2026 Spring, serta melewatkan EWC 2026 di Paris.
Untuk menjawab periode tersebut, ONIC membawa kembali GEDAY sekaligus mendatangkan Rattapoom Sunthalunai atau POOM dari Thailand. Kehadiran POOM membuat ONIC menjadi tim Indonesia pertama yang memasukkan pemain Thailand ke dalam roster kompetitifnya.
Pelatih ONIC, Ahmad Fadly Masturoh (Coach AFM), mengatakan perubahan tersebut ditujukan untuk mengembalikan performa tim.
“Performa kami dalam beberapa turnamen terakhir memang belum cukup bagus. Kami gagal ke Grand Finals musim lalu dan melewatkan EWC, jadi perubahan ini bukan sekadar soal mencoba nama baru. Kami perlu membangun kembali cara bermain, kepercayaan diri, dan rasa lapar untuk bersaing. Target kami adalah membuat ONIC kembali menjadi tim yang pantas diperhitungkan.”
Sementara itu, MBR Omega melengkapi lima wakil Indonesia setelah menjuarai Free Fire Nusantara Series 2026 Fall. MBR membawa Muhammad Akbar atau BARA, pemain yang sebelumnya pernah tampil di FFWS 2022, EWC 2024, dan FFWS Global Finals 2024 serta sempat memperkuat EVOS Divine.
Pengalaman tersebut menjadi modal tambahan bagi MBR saat menghadapi persaingan regional.
“Saya sudah pernah bermain di turnamen internasional, jadi saya tahu tekanan dan level persaingannya berbeda. Sekarang tantangannya adalah bagaimana pengalaman itu bisa membantu tim, terutama saat kami menghadapi situasi yang belum pernah kami rasakan di FFNS. Kami datang sebagai juara, tetapi kami tidak mau berhenti di situ. Kami ingin membuktikan bahwa MBR bisa bersaing dan punya alasan untuk berada di FFWS SEA.”
Surabaya Jadi Tujuan Berikutnya
Perjalanan FFWS SEA 2026 Fall akan berlanjut menuju Surabaya. Kota Pahlawan kembali menjadi tuan rumah Grand Finals setelah sebelumnya menjadi lokasi turnamen FFWS SEA 2024 Fall.
Dari 18 tim yang memulai musim, hanya 12 tim yang akan melaju ke Grand Finals pada 19–20 September 2026.
Babak Knockout Stage berlangsung mulai 14 Agustus hingga 6 September 2026. Seluruh tim akan mengumpulkan poin pada Phase 1 sebelum memperebutkan tiket Grand Finals melalui Phase 2 dan Phase 3. Enam tim akan lolos lebih awal, sedangkan enam tiket lainnya ditentukan pada pekan terakhir Knockout Stage.
Grand Finals kemudian berlangsung selama dua hari di Surabaya. Pertandingan Point Rush dan Grand Finals digelar pada 19–20 September 2026. Pada fase puncak, 12 tim terbaik akan menggunakan format Champion Rush, dengan tim pertama yang mencapai 110 poin dan kemudian meraih Booyah dinobatkan sebagai juara FFWS SEA 2026 Fall.
FFWS SEA 2026 Fall mengusung tagline “Beyond All Limits”, sekaligus menjadi panggung bagi lima wakil Indonesia untuk membuktikan kemampuan mereka di level Asia Tenggara.
Perjuangan Bigetron by Vitality, EVOS Divine, MBR Omega, ONIC, dan RRQ Kazu dapat disaksikan melalui kanal YouTube, Facebook, dan TikTok Free Fire Esports ID mulai pukul 17.30 WIB.
(Sheva Asyraful Fali)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda