NEWSTICKER
Event turnamen DOTA 2 The International. (Esports Observer)
Event turnamen DOTA 2 The International. (Esports Observer)

Valve Cari Kota Penyelenggara DOTA 2 The International, Ini Syaratnya

Teknologi games esports dota 2
Cahyandaru Kuncorojati • 28 Februari 2020 09:47
Jakarta: Bukan hanya ajang olahraga besar seperti Olimpiade yang membuka peluang untuk kota manapun yang mampu menjadi tuan rumah. Kini turnamen esports dengan franchise besar juga membuka sistem serupa.
 
Dilaporkan bahwa Valve sebagai pemilik DOTA 2 The International, salah satu kompetisis esports tahunan terpopuler di dunia, juga menerima proposal dari kota manapun. Mereka sedang mencari kota yang berminat menyeleggarakan event ini.
 
Dikutip dari Polygon, Valve sedang mencari kota yang berminat dan mampu menyelenggarakan event The International 2021. Hal ini diumumkan lewat situs resmi mereka dengan menyertakan rincian tawaran yang harus dipenuhi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Pertama kali di gelar di Cologne, Jerman, pada Agustus 2011, The International sudah menjadi salah satu event olahraga terbesar dengan rekor jumlah hadiah total terbesar berasal dari komunitas penggemarnya," tulis Valve di situsnya.
 
Di tahun 2019, hadiah total The International mencapai USD34,3 miliar dan sepenuhnya berasal dari penggalangan dana yang dilakukan penggemar game DOTA 2.
 
Valve mengklaim turnamen mereka sudah sejajar dengan event besar seperti NFL Suprbowl, US Open Golf Championship, dan kontes bakat Eurovision Song Contest. Berdsasarkan dokumen yang diumumkan ada beberapa syarat yang diminta Valve untuk dipenuhi oleh sebuah kota.
 
1. Memiliki arena atau stadion indoor modern dengan kapasitas antara 15.000 hingga 80.000 penonton dan mendukung pelaksanaan acara selama 10 hari.
2. Menyediakan ruang ambahan di sekitar venue untuk menggelar acara-acara lain seperti vendor village, fan zone, dan after party.
3. Memiliki konektivitas jaringan fiber dari penyedia layanan lokal.
4. memiliki sarana hotel yang cukup menampung 30.000 orang undangan acara
5. Jarak yang tidak jauh dengan bandara internasional
6. Transportasi lokal yang memadai
 
Valve menyatakan membuka penerimaan proposa hingga 31 Maret 2020, sementara The International 2021 digelar 10 hari pada Agustus 2021. Banyak pihak mengakui acara ini bisa menjadi daya tarik pariwisata sebuah kota, karena banyak penggemarnya yang rela datang langsung menonton turnamen ini.
 
Selama ini Valve memang belum pernah menyelenggarakan The International DOTA 2 di kawasan Asia Tenggara dan Amerika Selatan. Apakah Indonesia akan berminat menggelar turnamen tersebut?
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif