EVOS dan RRQ mendadpatkan sponsor baru di 2019
EVOS dan RRQ mendadpatkan sponsor baru di 2019

Dapat Sponsor Baru, Ini Target EVOS dan RRQ di 2019

Teknologi games esports rrq esports evos esports
Mohammad Mamduh • 03 Maret 2019 19:18
Jakarta: Dua tim esports Indonesia EVOS Esports dan RRQ mengumumkan sponsor baru untuk tahun 2019.
 
Ini membuat mereka punya satu pendukung baru dari pihak luar yang akan membuat mereka lebih percaya diri dalam berkompetisi, baik nasional maupun internasional. Indofood lewat merek Pop Mie menyatakan dukungan terhadap keduanya dalam berbagai bentuk.
 
Menurut hasil studi yang dirilis oleh POKKT, Decision Lab dan Mobile Marketing Association (MMA) pada Oktober 2018 terkait game di Indonesia menyebutkan jumlah gamer mobile di tanah air sudah mencapai 60 juta orang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat menjadi 100 juta orang pada 2020 dengan mayoritas pemainnya yang memiliki rentang usia 16-34 tahun.
 
“Kami melihat pesatnya perkembangan esports di tanah air melahirkan gamer muda yang handal dan mampu membawa nama bangsa di kancah dunia,” kata General Marketing Manager Indofood CBP Divisi Mi Instan, Julia Atman. Atman menilai kedua tim esports ini memiliki target pasar yang sama dengan Pop Mie, yaitu konsumen muda dengan usia 18-24 tahun.
 
EVOS Esports dan RRQ mengatakan bahwa salah satu target yang ingin mereka capai tahun ini, selain juara di berbagai kompetisi adalah terus memperluas fanbase ke kota selain Jakarta.
 
Mereka melihat komunitas merupakan salah satu pihak penting yang mendukung kemajuan mereka. “Kita akan membangun fanbase di kota-kota besar, dimulai dari Pulau Jawa,” kata CEO RRQ Adriane Pauline.
 
Selain komunitas, Co-Founder EVOS Esports Hartman Harris menyebut edukasi merupakan fokus kedua di tahun ini. Baiik EVOS Esports dan RRQ sepakat bahwa masayarakat masih perlu diberikan pemahaman mengenai apa itu esports dan peluangnya di masa depan.
 
“Dalam beberapa tahun kita sudah sosialisasikan ke SMA. Kita jelaskan bahwa ada karir dalam industri.” Hartman melanjutkan, beberapa orangtua yang bertemu dengan dirinya mengaku sudah tahu tentang esports, tetapi pemahamannya belum lengkap.
 
“Ada yang langsung bertanya kepada saya: Bagaimana caranya anak saya bisa menjadi seperti Lemon atau Jess no Limit?” Ia mengaku, ada orang yang ingin cepat punya prestasi jadi pemain esports. Padahal, prestasi tersebut didapatkan dengan waktu dan usaha yang tidak sedikit.
 
“Jadi pemain esports juga seperti olahraga. Harus hidup teratur. Ada waktu olahraga, waktu istirahat, waktu latihan, dan sampai makanannya juga dipilih.”
 
Mengenai peluang karir di industri esports, Adriane mengatakan bahwa tidak semua orang harus menjadi pemain profesional. “Jika dia cocok jadi streamer, ya sudah. Ada juga yang ternyata lebih tepat bekerja di manajemen tim,” ujarnya.
 

(MMI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif