Dalam laga Final ESL Indonesia Championship divisi Arena of Valor, EVOS bertemu dengan Saudara Esports (SES). Sebelumnya, EVOS berada di puncak klasemen dan SES di posisi kedua. Keduanya otomatis jadi perwakilan Indonesia di ESL Clash of Nations.
Dari pantauan Medcom.id, laga final tadi sangat seru di pertandingan ke-4. Sebelumnya, EVOS sudah unggul atas kemenangan 2-1 dari SES. Hal ini membuat EVOS hanya membutuhkan satu poin lagi untuk menang telak.
Match ke-4 sebagai penentuan kemenangan, EVOS mulai dengan sedikit kesalahan. EVOS terlihat salah langkah sehingga membuat SES lebih dulu unggul dan dominan masuk ke high ground. Basis EVOS tampak porak-poranda karena beberapa tower runtuh oleh serangan lawan.
Melihat daftar skor yang dikumpulkan kedua tim, SES lebih banyak mengantongi Hero Kill. SES berhasil menghabisi pemain EVOS 12 kali, sementara EVOS baru 6 kali di match ke-4.
Kedua tim akhirnya bertemu di sekitar mid lane. EVOS lebih dominan dalam melancarkan serangan sehingga beberapa pemain SES gugur dan sisanya memilih kembali ke basis mereka. Tidak berhasil mengejar pemain tim SES, tim EVOS akhirnya memutuskan untuk menyerang high ground lewat mid lane.
Setelah sukses meruntuhkan satu high groud tower, tanpa pikir panjang seluruh pemain tim EVOS melancarkan serangan ke jantung basis tim SES. Tim SES yang sudah melawan ternyata tetap tidak bisa membendung EVOS.
Akhirnya EVOS menang dengan skor akhir 3-1 atas SES, dan menjadi juara pertama ESL Indonesia Championship divisi Arena of Valor. Prestasi ini menjadi piala ketiga yang diraih EVOS divisi Arena of Valor sepanjang awal 2019.
Tim EVOS sekarang tengah melakukan persiapan untuk laga ESL Clash of Nations besok. Sebelum kompetisi ESL, EVOS sudah memenangkan juara di AOV Star League Season 2 dan Kaskus Battleground.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News