Playoff MPL ID S16: EVOS Siap Hadapi ONIC di Derby El Clasico (Foto: Medcom.id)
Playoff MPL ID S16: EVOS Siap Hadapi ONIC di Derby El Clasico (Foto: Medcom.id)

Playoff MPL ID S16: EVOS Siap Hadapi ONIC di Derby El Clasico

Muhammad Syahrul Ramadhan • 30 Oktober 2025 08:33
Jakarta: Kemenangan dramatis Evos Esports 3-2 atas Dewa United Esports di babak Quarterfinals Playoff MPL ID S16 menjadi sinyal kebangkitan Macan Putih. Performa Gold Laner Erlan yang mencetak Savage dan menjadi Player of the Game sebanyak tiga kali, serta pergantian Mid Laner yang mengejutkan, menjadi sorotan utama.
 
​Usai pertandingan, para pemain Evos, yaitu Erlan, Swaylow, Kyy, dan Rendyy, berbagi pandangan mereka tentang hero andalan, keputusan draft, hingga persiapan mental menghadapi ONIC Esports di Derby Inter yang akan datang.
 
​Erlan, yang memainkan hero Granger sebanyak empat kali dalam lima game dan selalu tampil mematikan, mengaku tidak merasakan tekanan sama sekali meskipun terus menggunakan hero yang sama.

​"Sama saja kayak hero biasa, gara-gara Granger hero nyaman jadi lebih enak saja mainnya," ungkap Erlan.
 
​Saat ditanya mengenai kekhawatiran jika Granger menjadi hero yang di-ban di pertandingan selanjutnya, Erlan menunjukkan kepercayaan diri penuh.
 
​"Kekhawatiran itu enggak ada. Hero saya masih banyak, dan saya percaya sama coach juga (soal drafting)," tegasnya, menyiratkan bahwa hero pool miliknya dan tim masih luas.
 
​Pertandingan ini juga diwarnai pergantian tak terduga di lini Mid Lane, di mana Swaylow masuk menggantikan Roundel di dua game terakhir. Swaylow menjelaskan bahwa keputusan itu adalah bagian dari strategi tim yang tidak bisa diungkapkan secara detail.
 
​"Kalau masalah itu, detailnya enggak bisa dibilang. Tapi saya bisa bilang saya percaya coaching staff. (Saat itu) Dewa mengeluarkan cheese strat, jadi mungkin coach coba saya," ujar Swaylow, mengisyaratkan bahwa pergantian pemain dilakukan sebagai respons terhadap strategi Dewa United.
 
​Baca juga: EVOS Pulangkan Dewa United 3-2 Lewat Duel Lima Game Penuh Drama di Playoff MPL ID S16

 
​Sementara itu, Kyy tetap konsisten menggunakan hero tank/support andalannya, Kalea, di tiga game penentu. Ia menjelaskan bahwa pemilihan hero tersebut bukan semata-mata karena kenyamanan, melainkan penyesuaian terhadap lawan.
 
​"Sebenarnya enggak hero nyaman juga, kita lihat hero musuh juga. Karena Kalea heronya lumayan ngeselin dan komposisi musuh tadi (membuat Kalea) jadi fine-fine saja kita pakai," kata Kyy.
 
​Momen paling emosional juga datang dari Evos Fams yang hadir langsung ke venue dengan membawa tifo dan sorak sorai. Kyy menceritakan semangat yang mereka dapatkan jelang Game 5 yang menentukan.
 
​"Sebelum masuk ke Game 5, di backstage dari coaching staff, kita bilang enggak mau pulang pertama. Usaha kita dari Regular Season enggak mau sia-sia," kata Kyy.
 
​Swaylow menambahkan bahwa dukungan fans adalah motivasi besar. "Kita juga enggak expect mereka sekomit itu dukungannya, ekspektasi mereka juga besar ke kita."
 
​Kemenangan ini membawa Evos Esports ke babak selanjutnya untuk menghadapi ONIC Esports, dalam Derby Internasional yang paling dinanti. Kyy menyatakan timnya siap menghadapi tantangan tersebut.
 
​"Enggak ada (yang mau disampaikan) sih, kayak biasa saja, main biasa saja. Kalau mau yang terbaik, ya harus lawan yang terbaik, itu saja," ujar Kyy menegaskan mentalitas Evos.
 
​Evos Esports kini akan berhadapan dengan ONIC Esports pada Kamis, 30 Oktober 2025. Pertandingan ini akan menjadi penentu siapakah yang selangkah lebih dekat mengamankan tiket M7 World Championship.
 
(Sheva Asyraful Fali)

 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(RUL)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan