Seperti klausal sebab akibat, begitulah pasar mengakibatkan klenteng didirikan. Semula, orang Tiongkok datang ke Indonesia melalui laut. Karena itulah, di tempat orang Tionghoa tinggal pasti dekat dengan laut, entah pantai, dermaga atau pelabuhan.
Dan sudah menjadi tradisi ketika mereka sampai, dibuatlah tempat untuk menetap. Sehingga, di sekitar kawasan tempat tinggal warga Tionghoa mendirikan pasar untuk menunjang kehidupan sehari-hari mereka.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
“Sudah tradisi orang Tionghoa tinggal dekat pasar, ada pelabuhan,” kata Humas dan Perpustakaan di bawah perkumpulan karyawan dan sosial Boen Tek Bio, Oey Tjin Eng saat ditemui metrotvnews.com, di klenteng Boen Tek Bio, Tangerang.
Salah satu klenteng tertua di Tangerang, Boen Tek Bio didirikan lewat sistem tersebut. Oey menegaskan, berdirinya klenteng tak bisa terpisahkan dari datangnya orang Tiongkok ke Tangerang, juga terbentuknya Pasar Lama Tangerang.
“Perlu diketahui juga kalau orang Tionghoa datang itu misalnya melalaui laut, pasti di pantai, di pelabuhan. Nah, orang-orang Tionghoa juga begitu, di ujung klenteng ini ada dermaga namanya Tanaronggeng. Nah, di sini juga ada Tanajambang itu juga dermaga,” jelas Oey.
Sebetulnya, kata dia, Pasar Lama Tangerang yang ada persis di sebelah klenteng dulunya terdiri dari tiga gang yakni gang kali pasir, gang tengah, dan gang gula yang terletak di depan klenteng. Pasar pun sempat berpindah ke belakang klenteng pada 1940. Kemudian, pada 1960 pindah ke samping klenteng hingga kini.
“Sebelum berdiri klenteng ada seorang Portugis. Dia mengatakan, di tahun 1513 adalah komunitas Tionghoa di Tangerang. Jadi, kan ada komunitas dulu baru ada klenteng kan maka di depan gang ini (gang kali pasir, gang tengah, dan gang gula) kelenteng nih, ini kan gang 1-2-3 ini namanya petak sembilan,” ungkap generasi ke 8 Boen Tek Bio itu.
Bila kurang yakin dengan sejarah tersebut, coba saja perhatikan di sekitar wihara apakah terdapat pasar atau terletak di dekat pantai, dermaga atau pelabuhan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(LOV)
