Mayo Clinic memperkirakan bahwa tiga dari empat wanita akan mengalami satu kali selama hidup mereka. Cara pengobatan paling umum adalah menggunakan obat antijamur yang bisa tersedia dalam bentuk krim, salep, tablet, dan supositoria. Beberapa pengobatan di rumah dapat membantu mengurangi gejala atau mencegah terjadinya infeksi ini.
Dan berikut ini adalah bahan-bahan dirumah yang bisa dijadikan obat alami untuk infeksi ragi pada vagina Anda menurut Reader's Digest:
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?

(Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi yogurt setiap hari atau kapsul Lactobacillus acidophilus setiap hari dapat membantu mencegah infeksi. Foto: Sambazon/Unsplash.com)
(Baca juga: Enam Hal yang Terjadi pada Organ Intim Wanita Saat Haid)
1. Yogurt
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi yogurt setiap hari atau kapsul Lactobacillus acidophilus setiap hari dapat membantu mencegah infeksi, namun penelitian yang lebih lanjut perlu dilakukan untuk menilai secara tepat seberapa efektif probiotik dalam mencegah atau mengobati, menurut U.S. Department of Health and Human Services. Cobalah greek yogurt (yogurt Yunani) tawar tanpa banyak gula, karena pemanis memicu pertumbuhan Candida albicans.
2. Minyak oregano
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa minyak oregano memiliki sifat antijamur dan antimikroba yang dapat membantu menghentikan pertumbuhan C. albicans. Thecandidadiet.com menyarankan untuk minum cairan yang terbuat dari tiga tetes minyak oregano dan air setiap hari.
3. Mandi air hangat
Berendam di bak mandi berisi air hangat bisa membantu meredakan rasa sakit atau gatal di vagina. Tapi hindari menggunakan air yang terlalu panas karena justru bisa mengiritasi daerah vagina Anda.
4. Bawang putih
Pada beberapa penelitian, bawang putih dianggap dapat menghentikan pertumbuhan bakteri dan jamur karena sifat antimikroba alami. Menambahkan sedikit tambahan bawang putih pada makanan Anda bisa mencegah terjadinya infeksi ragi pada vagina. Jangan menggunakannya secara langsung pada vagina karena bisa menyebabkan iritasi dan rasa terbakar.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
