Mencegah adalah cara terbaik untuk menghindari tumit pecah-pecah. (Foto: Silverlab)
Mencegah adalah cara terbaik untuk menghindari tumit pecah-pecah. (Foto: Silverlab)

4 Langkah Atasi Tumit Kaki yang Pecah-pecah

Rona kesehatan
Torie Natalova • 24 Oktober 2016 12:01
medcom.id, Jakarta: Tumit kaki seringkali mengalami pecah-pecah yang tentu saja merusak penampilan Anda saat menggunakan sepatu dengan bagian belakang yang terbuka. 
 
Tekanan pada tumit saat Anda berdiri bisa jadi salah satu faktor pemicu tumit pecah-pecah. Selain itu, menggunakan sepatu dengan bagian belakang yang terbuka dan tidak mendukung tekanan tumit serta kulit tumit yang sangat kering bisa menyebabkan tumit pecah-pecah.
 
"Jika Anda memiliki terlalu banyak gesekan pada kulit yang cukup tebal, akhirnya labisannya akan terbelah," kata ahli penyakit kaki New York, Jacqueline Sutera.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masalahnya akan semakin memburuk seiring bertambahnya usia karena hilangnya lapisan lemak di bagian bawah kaki, dan tubuh menggantinya dengan kapalan.
 
Sayangnya, jika dibiarkan bagian kaki yang mengalami pecah-pecah tidak akan hilang dan justru akan semakin memburuk dari waktu ke waktu. Celah yang terbuka akan semakin dalam dan ini berbahaya karena bisa dengan mudah terkena infeksi jamur, bakteri, kutil atau virus. Kondisi ini akan semakin berbahaya jika Anda memiliki diabetes atau masalah sirkulasi.
 
Mencegah adalah cara terbaik untuk menghindari tumit pecah-pecah. Artinya, butuh waktu tambahan untuk menjaga kelembapan bagian tumit secara rutin. Apabila retaknya sangat dalam dan terlihat adanya pendarahan juga bengkak, itu artinya Anda harus segera hubungi dokter.
 
Jika tumit yang pecah-pecah masih terlihat sedikit dan tidak dalam, Anda bisa mulai merawatnya di rumah dengan beberapa cara berikut ini.
 
(Baca juga: Jangan Abaikan Rasa Nyeri Pada Kaki)
 
1. Lembutkan bagian yang kapalan
Menggosok kulit yang kapalan justru memperburuk retakannya. Sebaiknya, gunakan filer kaki setelah mandi atau berendam karena kulit lebih bersih dan lunak. Sikat dengan sangat lembut satu arah dan jangan terlalu menekan ke dalam. 
 
Tujuan ini hanya untuk mengelupaskan lapisan atas kulit mati tanpa menarik kulit dari celah-celahnya. Lakukan ini setidaknya sekali dalam seminggu.
 
2. Melembapkan dengan benar
Pastikan gunakan pelembap kaki dengan krim, bukan lotion yang terlalu tipis. Pilih pelembap dengan formula asam laktat, atau asam salisilat dan bahan pengelupas kulit yang membantu menipiskan bagian kulit yang menebal dengan lembut dan mencegahnya muncul kembali. Pijat krim ke bagian tumit dua kali sehari.
 
3. Pakai kaus kaki
Setelah memakai krim kaki, sebaiknya bungkus bagian tumit dengan kaos kaki untuk menguncinya semalaman. Selain pakai kaos kaki, Anda juga bisa hanya membungkus bagian tumit dengan plastik dan kaus kaki biasa sebelum menggunakan sepatu dan alas kaki lain.
 
4. Pilih sepatu yang tepat
Mengenakan sepatu dengan bagian belakang yang tertutup dapat membantu menjaga tumit dari pecah-pecah. Jika Anda harus menggunakan sandal, Sutera menyarankan memilih sol yang tebal, alas sandal yang menyerap dan bentuk yang cocok dengan tumit. 
 
Pilih sepatu yang membuat kaki Anda terhindar dari tanah sehingga kotoran tidak masuk ke celah-celah retakan kaki sehingga meminimalisir gesekan dengan alas kaki.
 

 



 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(TIN)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif