(Foto: Medical Daily)
(Foto: Medical Daily)

5 Jenis Sakit Kepala dan Cara Mengatasinya

Rona kesehatan
Nia Deviyana • 14 Juni 2016 16:09
medcom.id, Jakarta: Sakit kepala merupakan penyakit umum, dan paling sering dialami banyak orang. Terdapat lima jenis sakit kepala.
 
Ulasan di bawah ini, membantu Anda mengatasi sakit kepala dengan cara mendeteksi dari mana sumber rasa sakit itu berasal.
 
1. Sakit kepala mencekam

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ciri-ciri: Rasanya seperti ada tali yang mengikat dahi Anda begitu kencang. "Jenis sakit kepala ini disebabkan oleh ketidakseimbangan neurotransmitter, termasuk seretonin dan norepinefrin," ujar ahli saraf Peter Goadsby, MD, Ph.D, Direktur University of California, San Francisco.
 
Sakit kepala jenis ini bisa diatasi dengan obat  pereda nyeri. Untuk mengurangi frekuensi serangan, teknik relaksasi seperti bernapas dalam, yoga, dan tidur siang sangat baik jika sering dilakukan.
 
2. Sakit kepala akibat lapar
 
Ciri-ciri: Kepala terasa sakit, disertai rasa perih pada lambung. Sakit kepala ini disebabkan oleh penurunan gula darah. Glukosa yang sering digunakan otak sebagai bahan bakar untuk berpikir tidak mencukupi, sehingga sakit kepala pun tak dapat dihindari.
 
Kylene Guerra, pakar diet di Klinik Cleveland menyarankan orang yang sering mengalami sakit kepala tipe ini untuk makan sesering mungkin, namun dalam porsi kecil untuk menjaga kadar gula darah tetap stabil.
 
3. Sakit kepala belakang
 
Ciri-ciri: Ada ketegangan di bagian belakang kepala dan menjalar hingga ke leher. Sakit kepala ini sering menyerang perempuan, yang disebabkan terlalu kencangnya tali pengikat rambut. Hal tersebut menyebabkan ketegangan di bawah kulit kepala. Solusinya, jangan mengikat rambut terlalu kencang.
 
4. Migrain
 
Migrain atau yang dikenal dengan sakit kepala sebelah merupakan kondisi nyeri hebat pada satu sisi kepala. Terkadang, disertai gejala tambahan, seperti mual, muntah, serta peka terhadap suara atau cahaya.
 
Studi  yang dipublikasikan dalam Jurnal Neurologi melihat hubungan antara pengaruh hormon dan migrain. Umumnya, migrain menyerang perempuan dua hari menjelang haid. Hingga saat ini, belum ditemukan obat untuk menyembuhkan migrain. Obat-obatan umumnya hanya membantu meredakan gejala. Selain mengonsumsi obat pereda gejala migrain, penderita disarankan berbaring dalam kamar gelap, minum air putih, serta menghindari suasana bising. (Baca juga: Sering Migrain Berkaitan dengan Risiko Serangan Jantung)
 
5. Eye-strain pain
 
Ciri-ciri: Terasa seperti ada sesuatu yang menekan bola mata. Biasanya, terjadi karena Anda terlalu lama menatap layar komputer.
 
Cara terbaik untuk menghindari serangan ini ialah dengan beristirahat selama 15 menit (setiap dua jam sekali), bangun dari kursi, dan tarik napas dalam-dalam untuk menghilangkan penat akibat pekerjaan yang menumpuk.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif