(Foto: Everyday Health)
(Foto: Everyday Health)

Lima Penyebab Ruam pada Bokong Orang Dewasa

Rona tips kesehatan
Raka Lestari • 30 Agustus 2018 17:16
Jakarta: Ruam pada bokong seringkali terjadi pada bayi, tetapi tak menutup kemungkinan orang dewasa juga bisa mengalaminya.
 
Bahkan, yang dialami orang dewasa bisa lebih parah, diikuti benjolan dan jerawat.
 
Selain faktor kebersihan, ada beberapa faktor yang memicu ruam pada bokong, antara lain.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


1. Herpes
 
Herpes tak hanya bisa menginfeksi mulut dan kelamin, tetapi juga bokong. Joshua Zeichner, M.D., director of cosmetic and clinical research in dermatology di Mount Sinai Hospital menjelaskan bahwa stres atau penyakit menjadi faktor yang bisa melemahkan sistem kekebalan sehingga virus dapat muncul ke permukaan kulit dan menyebabkan ruam.
 
2. Infeksi jamur
 
Jamur dapat tumbuh subur di lingkungan yang panas dan lembab. Berolahraga di waktu musim panas dapat meningkatkan risiko terkena infeksi jamur.
 
3. Folliculitis
 
Kebanyakan orang menyebutnya "jerawat pantat," tetapi itu tidak sepenuhnya akurat, kata Zeichner. Benjolan-benjolan seperti jerawat itu sebenarnya adalah infeksi yang dangkal dari folikel-folikel rambut atau dikenal sebagai folikulitis. Pada kasus ringan dapat diobati dengan menggunakan sabun antibakteri.
 
4. Psoriasis
 
Dalam kondisi yang kronis, sistem kekebalan tubuh Anda akan menyerang kembali kulit Anda, kata Zeichner.  Psoriasis biasanya muncul di siku dan lutut, tetapi di bisa juga muncul di pantat atau bagian-bagian tubuh lainnya. Anda dapat mengobatinya dengan krim hidrokortison 1 persen, tetapi jangan menggunakannya dalam jangka panjang karena dapat merusak kulit Anda.
 
5. Eksim
 
Eksim adalah kondisi peradangan kulit yang menyebabkan kulit mengering dan pecah, seringnya disebabkan oleh genetika, iritasi, atau alergi.
 
"Retakan-retakan kecil ini berkembang di lapisan luar kulit, sehingga kunci untuk perawatannya adalah menghidrasi dan memperbaiki penahan kulit dengan pelembab dan krim anti-inflamasi," pungkas Zeichner.
 
Lihat video:
 


 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(DEV)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif