Panduan Puasa Sehat untuk Penderita Diabetes
Pilih yang memiliki indeks glikemik rendah dan tinggi serat, serta hindari makanan dari olahan tepung bagi penderita diabetes. (Foto: Chris Ralston/Unsplash.com)
Jakarta:Puasa memiliki manfaat kesehatan. Namun, bagi para diabetesi (penderita diabetes), berpuasa dapat memicu komplikasi.  

Di satu sisi, puasa dapat membuat tubuh mengalami hipoglikemia atau penurunan gula darah. Itu sebabnya, diabetesi yang hendak berpuasa sebaiknya berada di bawah pengawasan dokter atau berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter sebelum melaksanakan puasa.


Laporan dari Diabetes Control and Complications Trial menyebutkan, hipoglikemia menyumbang dua hingga empat persen kematian bagi penderita diabetes tipe 1.

Tak hanya hipoglikemia, para diabetesi juga berisiko mengalami hiperglikemia atau lonjakan kadar gula darah jika tidak ada kontrol terhadap makanan saat berbuka puasa.


(Puasa memiliki manfaat kesehatan. Namun, bagi para diabetesi (penderita diabetes), berpuasa dapat memicu komplikasi. Foto: Jay Wennington/Unsplash.com)

Lantas, bagaimana diabetesi bisa menjalani puasa dengan sehat dan aman? Berikut dijelaskan dr. Eva Kurniawati, M. Gizi, SpGK, ahli Gizi dari Rumah Sakit Pelni, Jakarta.

"Pada prinsipnya, selama puasa pasien harus mendapatkan kalori yang cukup, dan porsi yang seimbang untuk mencegah hipoglikemia. Nah, saat berbuka, asupan karbohidratnya harus dibatasi," ucap dr. Eva.

Berbuka bagi diabetisi disarankan minum air putih, bukan minuman yang mengandung gula seperti sirup, teh manis, atau jus buah dalam kemasan.

(Baca juga: Mengapa Berat Badan Naik Saat Bulan Puasa?)

"Kalau mau yang manis, lebih baik makan kurma 1-2 buah. Kalau masih lapar, boleh makan buah potong. Asalkan tidak lebih dari 200 kalori," ujar Eva. Selepas salat tarawih, diabetesi baru boleh mengonsumsi makanan pokok.


(Para diabetesi juga berisiko mengalami hiperglikemia atau lonjakan kadar gula darah jika tidak ada kontrol terhadap makanan saat berbuka puasa. Foto: Patrick Browne/Unsplash.com)

Eva menjabarkan makanan apa saja yang baik dikonsumsi para diabetesi, serta porsinya. "Sebelum tidur, konsumsi yoghurt atau susu rendah lemak. Sahur makan lengkap kembali dengan porsi 30-40 persen dari kebutuhan kalori harian. Dengan rincian, porsi karbohidrat sebanyak 45-50 persen."

"Pilih yang memiliki indeks glikemik rendah dan tinggi serat, serta hindari makanan dari olahan tepung. Misal, ayam tanpa kulit, ikan, daging merah, telur, tahu, tempe, dan kacang-kacangan," ucap dr. Eva menjelaskan.

Untuk lemak tak jenuh, porsinya kurang 35 persen. Lemak tak jenuh mencakup alpukat, salmon, dan tuna. Jika ingin mengonsumsi lemak jenuh seperti makanan siap saji, margarin, butter dan lainnya, porsinya harus kurang dari 10 persen.

Sementara, untuk berbuka, ada lagi aturannya. "Saat berbuka puasa, konsumsi 40-50 persen makanan dari kebutuhan kalori harian. Untuk kudapan, asupan yang dperbolehkan yakni sekitar 10-20 persen dari kebutuhan kalori harian," kata dr. Eva.

Dwi Ayu Rochani 
 





(TIN)