Tampak depan Masjid Babah Alun di Jakarta Utara. (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
Tampak depan Masjid Babah Alun di Jakarta Utara. (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)

Masjid Babah Alun, Nuansa Religius di Kolong Tol

Ramadan masjid Ramadan 2019
Muhammad Syahrul Ramadhan • 15 Mei 2019 14:05
Jakarta: Masjid Babah Alun yang berdiri tepat di kolong Tol Wiyoto Wiyono, memberi suasana baru bagi umat muslim di sekitarnya. Terletak di Gang 21, Warakas, Jakarta Timur, lokasi yang sebelumnya merupakan lahan kosong penuh sampah dan kumuh itu kini berubah menjadi tempat ibadah yang menenangkan.
 
Pertama kali menjajakan kaki, tampak bangunan berukuran sedang dengan dominasi cat berwarna hijau dan merah cukup menarik perhatian. Arsitekturnya yang dibuat mirip dengan klenteng menjadikan tempat ini kental akan nuansa oriental.
 
Tanpa kubah, Masjid Babah Alun punya ciri khas sendiri tanpa menghilangkan sisi religiusnya. "Babah itu artinya bapak sedangkan Alun nama panggilan Pak Jusuf waktu kecil," ungkap Muntaha, pengurus Masjid Baba Alun saat ditemui Medcom.id, Rabu, 15 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Masjid Babah Alun, Nuansa Religius di Kolong Tol
Mimbar imam Masjid Babah Alun. (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
 
Muntaha menuturkan, Alun merupakan nama panggilan Yusuf Hamka. Dia adalah seorang mualaf keturunan Tionghoa.
 
Yusuf Hamka, kata dia, sengaja membangun sebuah masjid dengan tema oriental yang merupakan bentuk akulturasi antara kebudayaan Tionghoa, Indonesia, dan Islam. Penamaan Masjid Babah Alun pun mengikuti pemiliknya; Yusuf Hamka.
 
Baca juga:'Taj Mahal' di Utara Jakarta
 
"Kami buat begini supaya enggak ada senggang antara yang Cina dengan pribumi, Islam, dan orang lain. Jadi kita ada kesamaan, istilahnya Bhinneka Tunggal Ika," kata Muntaha.
 
Kendati tak sebesar masjid raya, sisi unik dari masjid ini mampu memberikan ingatan kepada warga maupun jemaah yang beribadah akan perguruan silat seperti di film-film mandarin. Masjid yang dibuat berbentuk persegi delapan dengan dekorasi relief berwarna hijau juga merupakan ciri khas masyarakat Tionghoa.
 
Masjid Babah Alun, Nuansa Religius di Kolong Tol
Para jemaah Masjid Baba Alun selesai melaksanakan salat. (Foto: Medcom.id/Syahrul Ramadhan)
 
Melangkahkan kaki ke dalam masjid, kesan sejuk dan nyaman langsung terasa.Langit-langit yang dicat berwarna biru dan dikelilingi kaligrafi 99 Asmaul Husna dalam bahasa arab dan mandarin, menghadirkan rasa damai dan khusyuk ketika beribadah.
 
Masjid dengan luas 1.500 meter persegi ini tidak hanya ramai saat waktu salat. Banyak masyarakat yang juga memanfaatkan masjid untuk sekadar istirahat menikmati semilir angin.
 
Khusus Ramadan, Masjid Babah Alun menyediakan menu buka puasa untuk santap bersama. Kuliah tujuh menit (kultum) pun akan berlangsung jelang waktu berbuka tiba. Bahkan Muntaha mengungkap bahwa akan ada tablig akbar yang diselenggarakan Masjid Babah Alun pada malam ke-21 Ramadan mendatang.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif