KPAI Minta Pengelola Pariwisata Tak Pekerjakan Anak
Konpers KPAI soal Anak - Medcom.id/Intan Yunelia.
Jakarta: Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Sosial dan Anak Susianah Affandy mengimbau pengelola pariwisata tak mempekerjakan anak di bawah umur. Baik untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan industri hiburan.

"Kami memastikan anak di bawah 18 tahun tidak dipekerjakan," kata Susi saat konferensi pers, di Kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Jalan Teuku Umar, Jakarta Pusat, Selasa, 12 Juni 2018. 


Jika ingin mempekerjakan anak, dia mengatakan ada ketentuan khusus. Yang pasti tidak melanggar hak anak dan tidak ada unsur eksploitasi. Seperti dilarang memperkerjakan anak di tempat wisata pada jam malam. 

"Anak tidak boleh dipekerjakan pada pukul 18.00 hingga 06.00," ucap Susi.

(Baca juga: KPAI Ingin Wujudkan Mudik Ramah Anak)

Porsi kerja anak pun, kata dia, harus disesuaikan dengan umurnya. Aspek keselamatan dan hak dasarnya harus terpenuhi. 

"Tidak mempekerjakan di diskotik dan bentuk lain yang tidak ramah bagi anak," tutur Susi.

Ia pun mewanti-wanti agar pengelola pariwisata tidak coba-coba melibatkan anak dalam pekerjaan yang bersifat pornografi, eksploitasi seksual, dan eksploitasi ekonomi. Penyelenggara pariwisata diminta memastikan tak memberikan pekerjaan yang berat dan berbahaya pada fisik dan psikologi anak. 

"Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku dengan tetap menghormati hak-hak dasarnya," tandas dia. 





(REN)