Sejumlah santri Pesantren Al Kautsar membaca Al-Qur'an bersama-sama dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Daarul Qu'ran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 6 Mei 2020). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya
Sejumlah santri Pesantren Al Kautsar membaca Al-Qur'an bersama-sama dengan menerapkan jaga jarak di Masjid Daarul Qu'ran, Cibinong, Bogor, Jawa Barat, Rabu, 6 Mei 2020). Foto: Antara/Yulius Satria Wijaya

Pemerintah Tidak Boleh Lupakan Guru Ngaji

Ramadan Virus Korona Ramadan 2020
Anggi Tondi Martaon • 12 Mei 2020 03:26
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ace Hasan Syadzily meminta Kementerian Agama (Kemenag) memberi perhatian khusus pada penceramah dan guru ngaji. Mereka dianggap menjadi salah satu kelompok yang terdampak pandemi virus korona (covid-19).
 
"Solusi saya Pak Wamen (Wakil Menteri Agama Zainut Tauhid Sa'adi), kalau dalam rapat-rapat terbatas dengan Pak Presiden (Joko Widodo), Pak Menteri (Fachrul Razi) bisa menyampaikan bagaimana mengalokasikan anggaran stimulus fiskal bagi para tokoh agama," kata Ace dalam rapat virtual bersama Kementerian Agama (Kemenag) di Jakarta, Senin, 11 Mei 2020.
 
Politikus Partai Golkar itu mengingatkan pemerintah jangan hanya fokus pada aspek perekonomian. Stimulus tak bisa hanya diberikan kepada perusahaan dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kemudian tokok ulama itu juga, tokoh pesantren itu juga menurut saya penting untuk diperhatikan. Walaupun saya yakin mereka tidak meminta, tapi negara harus hadir memikirkan mereka," tegas dia.
 
Ace menyebutkan setidaknya wabah ini menghilangkan penghasilan tambahan bagi penceramah dan guru ngaji selama Ramadan 1441 Hijriah. Pasalnya, kegiatan ceramah menjelang atau selepas Tarawih ditiadakan karena pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di masjid.
 
"Mohon maaf sekali, kultum (kuliah tujub menit) biasanya para ustaz mendapat Rp500 ribu sampai Rp1 juta sekarang mereka sama sekali enggak dapat," sebut dia.
 
Pemerintah Tidak Boleh Lupakan Guru <i>Ngaji</i>
 
Baca: Ustaz dan Guru Ngaji Jarang Mendapat Bantuan Sosial
 
Menanggapi masukan tersebut, Wamenag Zainut Tauhid berjanji memberikan bantuan kepada para pemuka agama. Dia fokus pada penceramah dan guru ngaji di desa dan kota.
 
"Kami juga nanti akan berikan laporan secara detail. Karena ini juga terkait dengan transparansi penggunaan anggaran Kemenag," kata Zainut.
 
Informasi lengkap tentang perkembangan penanganan pandemi covid-19 bisa langsung diakses di sini.
 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif