Presiden Joko Widodo menerima masyarakat saat Lebaran 2019. Medcom.id/Nur Azizah
Presiden Joko Widodo menerima masyarakat saat Lebaran 2019. Medcom.id/Nur Azizah

Jajaran Menteri Jokowi Tak Gelar Open House

Ramadan Virus Korona Ramadan 2020
Nur Azizah • 19 Mei 2020 14:21
Jakarta: Menteri Kabinet Indonesia Maju tak akan menggelar open house pada Idulfitri 1441 Hijriah. Silaturahmi hanya digelar untuk keluarga inti.
 
"Saya kira itu sudah menjadi bagian sendirinya anggota kabinet pasti tahu diri untuk tidak buka open house. Tidak usah dibicarakan orang lain saja dilarang masa anggota kabinet mau open house," kata Mahfud di Jakarta, Selasa, 19 Mei 2020.
 
Open house menjadi salah satu tradisi para anggota kabinet menteri dalam menyambut Hari Raya Idulfitri. Presiden Joko Widodo juga rutin mengadakan open house di Istana Kepresidenan, baik di Jakarta maupun Bogor.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tahun ini, tradisi itu mesti ditadakan lantaran Indonesia masih berjuang di tengah pandemi korona. Ini untuk mencegah penularan covid-19.
 
(Baca: Anies: Jangan Ada Mudik Lokal)
 
Pemerintah juga melarang umat Islam menggelar salat Idulfitri di masjid maupun di lapangan. Umat Islam diminta salat Idulfitri di rumah masing-masing.
 
Mahfud mengatakan kegiatan itu bertentangan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 9 tahun 2020 tentang pembatasan sosial berskala besar. Ini juga tak sejalan dengan Undang-Undang Nomor 6 tahun 2018 tentang karantina kewilayahan dalam rangka memutus mata rantai penyebaran covid-19.
 
"Kegiatan keagamaan yang masif yang menimbulkan menghadirkan kumpulan orang banyak itu termasuk yang dilarang, termasuk yang dibatasi oleh peraturan perundang-undangan," tegas Mahfud.
 
Pemerintah meminta masyarakat tetap patuh. Ia mengajak tokoh agama, ormas keagamaan, dan tokoh adat meyakinkan masyarakat kerumunan termasuk salat berjemaah bagian yang dilarang.
 
"Dilarang bukan karena salatnya itu sendiri. Itu merupakan bagian dari upaya menghindari bencana. Covid-19 termasuk bencana non-alam nasional yang berlaku berdasar keputusan pemerintah," tutur dia.
 

(REN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif