Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

MUI: Tayangan Ramadan di TV Makin Kualitas

Syarief Oebaidillah • 19 April 2022 10:24
Jakarta: Majelis Ulama Indonesia (MUI) kembali memantau tayangan program Ramadan 2022 di televisi (TV). Pemantauan yang melibatkan 32 pemantau tersebut dilakukan terhadap 19 stasiun televisi.
 
Ke-19 televisi tersebut, yaitu Antv, Badar TV, Global TV, Indosiar, Inews TV, Inspira TV, Kompas TV, Mentari TV, Metro TV, MNC TV, Net TV, Nusantara-TV, RCTI, RTV, SCTV, Trans TV, Trans7, TVOne, dan TVRI. Ketua Tim Pemantau MUI Pusat, Tantan Hermansyah, mengatakan ada peningkatan kualitas produk siaran selama Ramadan 2022.
 
"Peningkatan kualitas produk ini terlihat dari makin minimnya indikasi pelanggaran yang terdapat dalam tayangan jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya," ujar Tantan, Jakarta, Selasa, 19 April 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Bahkan, kata dia, MUI menemukan banyak program di stasiun TV yang layak diapresiasi selaras dengan upaya menjaga kondusivitas kesucian ramadan. Antara lain Gaspoll Sahur, Tanya Buya Yahya (Metro TV), Islam Itu Indah (Trans TV), Muslim Travellers (Net TV), Serambi Islami Ramadan (TVRI), Waktunya Sahur (Kompas TV), Keluargaku Surgaku (Indosiar), dan Sinetron Amanah Wali dan Aku Bukan Ustadz (RCTI).
 
Kemudian, Cahaya Ramadan (MNC TV), Mutiara Hati (SCTV), Ngopi Ramadan, Indahnya Ramadan Bersama UAS & SAHABAT (TVOne), Saba Masjid (Inspira) Rindu Suara Azan (GlobalTV), Ramadan Mengaji, Lentera Islam (BadarTV).
 
Namun, kata Tantan, masih banyak siaran program ramadan yang melakukan indikasi pelanggaran dan atau ketidakpatutan. Terutama, terkait adegan kekerasan fisik dan verbal (verbal aggressiveness), tendensi sensualitas, dan problem kepatutan etis dan kelaikan syariat.
 
MUI menyampaikan tiga rekomendasi untuk lembaga penyiaran. Pertama, bagi lembaga penyiaran segera membenahi isi siaran yang terdapat indikasi pelanggaran atau ketidakpatutan.
 
“Beberapa hal yang harus diperbaiki untuk 15 hari ramadan terakhir dan mungkin ramadan di tahun-tahun mendatang,” kata dia.
 
Baca: MUI Pelototi Tayangan Ramadan di Televisi
 
Kedua, program komedi ramadan banyak yang ikut terjebak pada genre slapstick, danimprovisasi situasional harus dievaluasi dengan optimal. Dialog yang merendahkan lawan main dan mengolok harus diperbaiki agar tidak terulang.
 
“Siaran ramadan jangan sampai terjerumus pada genre slapstick agresif, offensive, dan mengumbar sensualitas,” ujar dia.
 
Ketiga, kolaborasi dengan MUI dalam mengevaluasi kualitas produk siaran khusus ramadan. Selain rekomendasi untuk lembaga penyiaran, kata dia, MUI menyampaikan rekomendasi khusus untuk Komisi penyiaran Indonesia (KPI). Yaitu, memperkuat kolaborasi antara MUI dan KPI dalam peningkatan kualitas siaran ramadan.
 
Hal ini antara lain dengan mendorong penegakan regulasi. Terutama di program dan stasiun TV yang isi siarannya bertentangan dengan aturan dan asas kepatutan.
 
Kemudian, menindaklanjuti masukan-masukan dari MUI untuk dikomunikasikan dengan lembaga penyiaran, terutuma dengan tayangan yang bertentangan pada spirit ramadan. “Terutama dengan prioritas pada sejumlah stasiun TV yang kesalahannya berulang setiap ramadan,” ujar dia.
 
Koordinator Bidang Pengawasan Isi Siaran KPI, Mimah Susanti, menyampaikan perbaikan kualitas tayangan ramadan dirasakan oleh KPI. Data dari KPI menyebutkan kecenderungan pelanggaran menurun dari tahun ke tahun pada 10 hari pertama ramadan.
 
Dia menyebut pada 2020, terdapat 26 pengaduan penyiaran. Sementara itu, menurun menjadi 20 pengaduan pada 2021 dan enam pengaduan pada 2022. Dari total 108 program ramadan, variety show pada hari pertama mendapat lima pengaduan dan sinetron satu pengaduan.
 
Mimah menambahkan aduan terkait muatan norma kesopanan dan kesusilaan, perilaku tidak pantas, dan candaan body shaming. “Frekeunsi memang ga banyak tapi jadi catatan kita,” kata dia.
 
Mimah mengapresiasi komitmen lembaga penyiaran. Dia berharap atmosfer ini bisa terus dipertahankan hingga akhir Ramadan 2022.
 

(AZF)
LEAVE A COMMENT
LOADING
social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif