Kakanwil Kemenag Sumsel Alfajri Zabidi saat melakukan pemantauan hilal di di Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi)
Kakanwil Kemenag Sumsel Alfajri Zabidi saat melakukan pemantauan hilal di di Gedung Rafah Tower UIN Raden Fatah Palembang, Jumat 22 Mei 2020. (Foto: Medcom.id/Gonti Hadi)

Kemenag Sumsel: Hilal Masih di Bawah Ufuk

Ramadan Idulfitri 2020
Gonti Hadi Wibowo • 22 Mei 2020 18:48
Palembang: Kementerian Agama (Kemenag) Sumatra Selatan, melakukan pemantauan hilal penetapan 1 Syawal 1441 H yang menandai Hari Raya Idulfitri 2020, di Gedung Rafah Tower Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Fatah Palembang, Jumat, 22 Mei 2020. Lantaran tertutup awan, hilal tidak dapat dipantau di Palembang.
 
“Tepat pukul 17.57 WIB saat terbenamnya matahari di Palembang berdasarkan perhitungan atau hisab, hilal memang masih di bawah ufuk mar'i, tepatnya -3 derajat 51 menit dua detik, sehingga tidak mungkin dapat dirukyat,” kata Kakanwil Kemenag Sumsel, Alfajri Zabidi.
 
Menurut dia, karena hilal masih di bawah ufuk, 1 Syawal diperkirakan jatuh pada Minggu, 24 Mei 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


“Insyaallah besok kita masih berpuasa dan puasa kita tahun ini genap 30 hari. Namun untuk kepastiannya, kita menunggu hasil sidang isbat di Jakarta,” ungkapnya.
 
Baca juga:Kemenag Aceh Prediksi 1 Syawal Jatuh pada 24 Mei
 
Pihaknya pun akan menyampaikan hasil pemantauan tersebut langsung kepada Kemenag RI melalui Direktur Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah guna menjadi bahan pada sidang isbat di Jakarta.
 
Menurutnya, tahun ini pelaksanaan rukyatul hilal memang agak berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya karena harus dilakukan dalam suasana pandemi covid-19.
 
Seluruh Kanwil Kemenag se-Indonesia diinstruksikan tetap melaksanakan rukyatul hilal sebagai dasar pengambilan keputusan dalam pelaksanaan sidang isbat yang nantinya dilakukan Kemenag.
 
“Jika tahun lalu siapa saja boleh menyaksikan atau mengikuti kegiatan rukyatul hilal, tetapi tahun ini hanya dilakukan Kanwil Kemenag bersama instansi terkait, maksimal 10 orang serta menyesuaikan dengan prosedur protokol kesehatan dan menetapkan physical distancing,” pungkasnya.
 

(MEL)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif