Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut apabila rekayasa lalu lintas tidak diterapkan bakal menyebabkan kendaraan pemudik tidak dapat bergerak di jalan tol. Diprediksi 23 juta kendaraan bakal meninggalkan Jakarta secara bersamaan.
"Itu ada di (rasio) seputar angka 1,8 hampir 1,9 kalau engga salah datanya terakhir. Artinya kendaraan tersebut dalam keadaan tidak bisa bergerak," ujar Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 21 April 2022.
Firman menyebut rasio kendaraan harus di bawah angka satu agar mobil pemudik dapat berjalan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk memberlakukan contraflow.
Namun, kebijakan itu hanya membuat rasio kendaraan menjadi 1,6. Dengan kondisi tersebut, kendaraan juga belum bisa begerak.
"Kita mencoba menambah satu lajur lagi juga masih angka di atas satu. Kalau sudah 1, 2, 3 lajur artinya seluruh jalan itu yang kita kenal one way atau satu arah. Itu juga masih ketemu angka 0,8, (kendaraan) berputar tapi masih sangat pelan," jelas dia.
Baca: Kapolri Ajak Masyarakat Vaksin Booster agar Idulfitri Aman
Firman juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Hubungan Darat Kementerian Perhubungan, untuk menerapkan pembatasan jam operasi kendaraan berat sejak Kamis, 28 April sampai 1 Mei 2022. Kebijakan tersebut diyakini mampu mengurangi rasio hingga 0,4.
"Ini lah yang kita harapkan, 0,4 ini (kendaraan pemudik) bisa berputar itu dengan asumsi kendaraan yang bertambah pada tahun ini 40 persen," terang dia.
Namun, apabila peningkatan kendaraan mencapai 60 persen, Firman memastikan telah mempersiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Seperti penerapan ganjil genap dan one way.
Jenderal bintang dua itu juga meminta masyarakat melakukan mudik lebih awal. Sehingga, tidak terjadi penumpukan arus kendaraan pada 28 hingga 30 April.
Jakarta: Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri menyebut apabila rekayasa
lalu lintas tidak diterapkan bakal menyebabkan kendaraan
pemudik tidak dapat bergerak di jalan tol. Diprediksi 23 juta kendaraan bakal meninggalkan Jakarta secara bersamaan.
"Itu ada di (rasio) seputar angka 1,8 hampir 1,9 kalau engga salah datanya terakhir. Artinya kendaraan tersebut dalam keadaan tidak bisa bergerak," ujar Kepala Korlantas (Kakorlantas) Polri Irjen Firman Shantyabudi dalam konferensi pers di kawasan SCBD, Jakarta Selatan, Kamis, 21 April 2022.
Firman menyebut rasio kendaraan harus di bawah angka satu agar mobil pemudik dapat berjalan. Pihaknya telah berkoordinasi dengan Jasa Marga untuk memberlakukan
contraflow.
Namun, kebijakan itu hanya membuat rasio kendaraan menjadi 1,6. Dengan kondisi tersebut, kendaraan juga belum bisa begerak.
"Kita mencoba menambah satu lajur lagi juga masih angka di atas satu. Kalau sudah 1, 2, 3 lajur artinya seluruh jalan itu yang kita kenal
one way atau satu arah. Itu juga masih ketemu angka 0,8, (kendaraan) berputar tapi masih sangat pelan," jelas dia.
Baca:
Kapolri Ajak Masyarakat Vaksin Booster agar Idulfitri Aman
Firman juga berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal (Ditjen) Hubungan Darat Kementerian Perhubungan, untuk menerapkan pembatasan jam operasi kendaraan berat sejak Kamis, 28 April sampai 1 Mei 2022. Kebijakan tersebut diyakini mampu mengurangi rasio hingga 0,4.
"Ini lah yang kita harapkan, 0,4 ini (kendaraan pemudik) bisa berputar itu dengan asumsi kendaraan yang bertambah pada tahun ini 40 persen," terang dia.
Namun, apabila peningkatan kendaraan mencapai 60 persen, Firman memastikan telah mempersiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas. Seperti penerapan ganjil genap dan
one way.
Jenderal bintang dua itu juga meminta masyarakat melakukan
mudik lebih awal. Sehingga, tidak terjadi penumpukan arus kendaraan pada 28 hingga 30 April.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)