General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, Raddy R. Lukman (kiri) bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Gerbang Tol Cikarang Utama,  Minggu 19 Mei 2019. Antonio/Medcom.id
General Manager Jasa Marga Cabang Jakarta Cikampek, Raddy R. Lukman (kiri) bersama Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi di Gerbang Tol Cikarang Utama, Minggu 19 Mei 2019. Antonio/Medcom.id

Pemudik Tujuan Jakarta Dianjurkan Berangkat Sebelum Pemberlakuan One Way

Ramadan Mudik Lebaran 2019 Ramadan 2019
Antonio • 19 Mei 2019 16:56
Bekasi: Kementerian Perhubungan menganjurkan kepada warga yang hendak ke arah Jakarta dari Semarang atau Brebes maupun Bandung untuk berangkat sebelum atau sesudah pemberlakuan rekayasa satu arah (one way). Imbauan itu untuk mencegah terjadinya penumpukan dan kemacetan di dalam tol.
 
Budi Karya berharap agar masyarakat dapat mengatur jadwal mudik. Hal itu karena one way dari kilometer 25 Cibitung sampai kilometer 262 Brebes Barat akan diberlakukan pada 31 Mei hingga 2 Juni 2019.
 
“Saya juga kemarin diskusi dengan masyarakat industri, dengan kita memberlakukan itu enggak jadi masalah, karena dia bisa mengatur lebih awal. Masyarakat yang mudik bisa lebih awal dari tanggal 30 atau setelah itu,” kata Budi Karya, di Bekasi, Minggu 19 Mei 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca:Waktu Pemberlakuan One Way Bisa Diperpanjang
 
Ia menjelaskan, pemudik dari arah Semarang atau Brebes arah Jakarta pada 31 Mei 2019 akan dialihkan ke Jalur Pantura. Kemenhub telah meminta pihak kepolisian dan pemerintah daerah yang dilintasi pemudik untuk memperiapkan jalur-jalur tersebut.
 
“Jadi polisi sudah kita minta untuk konsentrasi. Pemda juga sudah menghilangkan pasar tumpah, persimpangan sudah kita buat sedikit. Supaya jalur itu juga bisa dikendalikan dengan baik, juga muatan yang berlebihan sudah kita hindari, jadi kita harapkan volumenya sudah lebih baik,” ujarnya.
 
Volume Kendaraan Meningkat
 
Volume kendaraan di Gerbang Tol Cikampek Utama diprediksi meningkat pada 5 Juni 2019 mendatang. Diperdiksi, akan ada sebanyak 71.703 kendaraan yang bakal melintas di gerbang tol yang baru beroperasi pada 23 Mei 2019 mendatang itu.
 
Untuk mengatasi lonjakan jumlah kendaraan itu, Budi Karya mengatakan, pihaknya memberikan kewenangan ke Korlantas Polri untuk mengambil kebijakan.
 
“Artinya bisa saja kalau meningkat ditambahkan contra flow. Pada waktu itu mungkin policy-nya (kebijakannya) sampai ke contra flow saja tidak sampai (satu arah atau one way),” jelas Budi.
 
Diketahui, pada arus mudik diberlakukan rekayasa satu arah di jalan tol sejak tanggal 31 Mei hingga 1 Juni 2019 mendatang. Rekayasa tersebut diberlakukan dari Kilometer 25, Cibitung sampai Kilometer 262, Brebes Barat.
 
Baca:Akses Putar Arah di Bekasi Ditutup Saat Arus Mudik
 

 

(ALB)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif