Jakarta: Pemudik yang mengunakan tranportasi umum diminta memperketat protokol kesehatan (prokes). Ketua program studi Spesialis 1 Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp1 KKLP) Universitas Indonesia (UI) Dhanasari Vidiawati Sanyoto menyarankan pemudik menggunakan masker dua lapis.
"Saya mendorong orang-orang sedikit paranoid. Bahwa orang lain di satu gerbong (kereta) atau satu bis siapa tahu ada orang tanpa gejala. Jadi kita harus jaga-jaga gunakan masker dan kerap cuci tangan," ujar Dhanasari dalam diskusi virtual, Rabu, 27 April 2022.
Dhanasari menjelaskan apabila pemudik hendak melepas masker saat di transportasi umum, diusahakan dapat menjauhi kerumunan. Sebisa mungkin masker dapat terus melindungi mulut dan hidung.
Baca: 85 Juta Orang Diprediksi Mudik, Edukasi Pencegahan Kecelakaan Harus Maksimal
"Bagaimana caranya perjalanan panjang tidak buka masker, padahal kita harus makan dan minum, bawa sedotoan panjang, saat buka masker jauhi orang lain," jelasnya.
Selain itu, penerapan prokes harus tetap dilakukan saat berada di kampung halaman. Kurangi berjabat tangan dengan sanak saudar agar tidak ada potensi penularan.
"Kitanya tetap pakai masker saat cium orang tua kita dan kita gak usah pegang tangan orang tua kita," tutur dia.
Jakarta: Pemudik yang mengunakan tranportasi umum diminta memperketat
protokol kesehatan (prokes). Ketua program studi Spesialis 1 Kedokteran Keluarga Layanan Primer (Sp1 KKLP) Universitas Indonesia (UI) Dhanasari Vidiawati Sanyoto menyarankan
pemudik menggunakan masker dua lapis.
"Saya mendorong orang-orang sedikit paranoid. Bahwa orang lain di satu gerbong (kereta) atau satu bis siapa tahu ada orang tanpa gejala. Jadi kita harus jaga-jaga gunakan masker dan kerap cuci tangan," ujar Dhanasari dalam diskusi virtual, Rabu, 27 April 2022.
Dhanasari menjelaskan apabila
pemudik hendak melepas masker saat di transportasi umum, diusahakan dapat menjauhi kerumunan. Sebisa mungkin masker dapat terus melindungi mulut dan hidung.
Baca:
85 Juta Orang Diprediksi Mudik, Edukasi Pencegahan Kecelakaan Harus Maksimal
"Bagaimana caranya perjalanan panjang tidak buka masker, padahal kita harus makan dan minum, bawa sedotoan panjang, saat buka masker jauhi orang lain," jelasnya.
Selain itu, penerapan prokes harus tetap dilakukan saat berada di kampung halaman. Kurangi berjabat tangan dengan sanak saudar agar tidak ada potensi penularan.
"Kitanya tetap pakai masker saat cium orang tua kita dan kita gak usah pegang tangan orang tua kita," tutur dia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)