Pemudik yang menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: MI/Arya Manggala.
Pemudik yang menggunakan sepeda motor melintas di Jalan Kalimalang, Bekasi, Jawa Barat. Foto: MI/Arya Manggala.

Kalimalang Paling Bermasalah saat Mudik

Ramadan Mudik Lebaran 2019
Gana Buana • 17 Mei 2019 10:26
Jakarta: Pemudik dari Jakarta, khususnya yang menggunakan sepeda motor, tidak mungkin menghindari Jalan KH Noer Ali atau Kalimalang saat melintas di Kota Bekasi, Jawa Barat. Namun, Kalimalang masih dibelit banyak masalah.
 
"Dari sembilan jalur mudik di Bekasi, Kalimalang paling banyak mengalami masalah, " kata Kepala Bidang Teknik Lalu Lintas, Dinas Perhubungan Kota Bekasi Johan Budi Gunawan, seperti diberitakan Media Indonesia, Jumat, 17 Mei 2019.
 
Pemerintah Kota Bekasi sudah memetakan jalur mudik di wilayahnya. Ada sembilan jalur yang akan dilalui pemudik: Jalan Sultan Agung, Jalan Jendral Sudirman, Jalan Djuanda, Jalan I Gusti Ngurah Rai, Jalan Ahmad Yani, Jalan KH Noer Ali Kalimalang, Jalan Mayor Hasibuan, Jalan Chairil Anwar, dan Jalan Cut Meutia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut dia, ada lima persoalan di ruas Kalimalang. Hal ini meliputi kontur jalan bergelombang dan kapasitas jalan tidak sama.
 
Selain itu, kemampuan jalan ini maksimal hanya untuk kendaraan dengan beban 5 ton. Padahal, wilayah itu ada di kawasan perdagangan sehingga berpotensi membuat kemacetan.
 
Persoalan lain ialah pola perjalanan internal kota sangat tinggi. Di ruas ini juga terdapat pembangunan tol layang Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu).
 
Baca: Waspadai Peta Jalur Rawan Longsor saat Mudik
 
"Ada tiga strategi untuk menghadapi masalah di Kalimalang. Selain pemasangan rambu dan pemasangan pembatas ketinggian di kolong tol Jakarta Outer Ring Road, kami juga akan melakukan penyesuaian fase lampu lalu lintas," papar Johan.
 
Setelah Kalimalang, persoalan juga terjadi di ruas Jalan Chairil Anwar. Di lokasi ini, kapasitas jalan tidak sebanding dengan volume kendaraan, serta jumlah dan jarak persimpangan relatif dekat. Tiga persoalan ini akan memicu kemacetan.
 
Persoalan lain terjadi di Jalan Ir H Juanda, karena antara kapasitas jalan dan volume lalu lintas tidak sebanding. Di lokasi ini juga terdapat Stasiun Bekasi dengan tingkat kepadatan penumpang sangat tinggi. Sementara itu, di Jalan Mayor Hasibuan, persoalan yang dihadapi ialah kapasitas jalannya lebih kecil jika dibanding dengan volume kendaraan yang mengarah ke timur.

 

(OGI)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif