TIPS

Listrik Turun saat Menyalakan AC? Ini 5 Penyebab yang Perlu Diketahui

Rizkie Fauzian
Rabu 14 Oktober 2026 / 14:11
Ringkasnya gini..
  • Listrik rumah bisa turun ketika AC dinyalakan bersamaan dengan peralatan elektronik lain yang membutuhkan daya besar.
  • Lonjakan arus saat kompresor mulai bekerja atau kerusakan komponen dapat memicu pemutus sirkuit.
  • Jika listrik terus turun saat AC dinyalakan, pemeriksaan teknisi diperlukan untuk memastikan penyebab dan mencegah risiko kelistrikan.
Jakarta: Listrik rumah yang tiba-tiba turun saat menyalakan AC dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini bisa terjadi karena daya listrik tidak mencukupi, lonjakan arus saat AC mulai bekerja, atau adanya masalah pada instalasi listrik.

AC membutuhkan daya untuk menjalankan kompresor dan komponen lainnya. Ketika perangkat dinyalakan, kebutuhan listrik dapat meningkat, terutama pada AC konvensional yang mengalami lonjakan arus saat kompresor mulai bekerja.

Jika kapasitas listrik rumah terbatas atau terdapat gangguan pada perangkat dan instalasi, pemutus sirkuit dapat memutus aliran listrik secara otomatis. Berikut sejumlah penyebab listrik turun saat AC dinyalakan yang perlu diketahui.

Penyebab listrik turun saat menyalakan AC

AC dingin
Penyebab listrik turun saat menyalakan AC. Foto: Freepik
 

1. Daya Listrik Rumah Tidak Mencukupi

Salah satu penyebab listrik turun saat AC dinyalakan adalah kapasitas daya listrik rumah yang terbatas. Kondisi ini lebih mungkin terjadi ketika beberapa peralatan berdaya besar, seperti pompa air, mesin cuci, setrika, dan AC, digunakan secara bersamaan.

Ketika total kebutuhan listrik melebihi kapasitas yang tersedia, pengaman listrik dapat memutus aliran listrik. Untuk mengatasinya, periksa penggunaan perangkat elektronik di rumah dan hindari menyalakan beberapa peralatan berdaya besar secara bersamaan.

Jika kebutuhan listrik memang melebihi kapasitas, penambahan daya dapat dipertimbangkan setelah mengevaluasi kebutuhan rumah tangga.
   

2. Lonjakan Arus saat AC Dinyalakan

AC konvensional dapat membutuhkan arus listrik lebih besar ketika kompresor mulai bekerja dibandingkan saat beroperasi secara stabil. Lonjakan arus sesaat ini dapat memicu pemutus sirkuit, terutama jika kapasitas pengaman atau daya listrik rumah tidak sesuai.

Besarnya lonjakan arus bergantung pada jenis AC, kondisi kompresor, dan karakteristik perangkat. Pada AC inverter, pengaturan kerja kompresor berbeda sehingga pola kebutuhan arusnya juga tidak sama dengan AC konvensional.

Jika listrik sering turun tepat ketika AC dinyalakan, kondisi perangkat dan kesesuaian pengaman listrik sebaiknya diperiksa oleh teknisi.

3. Kompresor AC Bermasalah

Gangguan pada kompresor dapat membuat AC menarik arus listrik secara tidak normal. Kompresor yang sulit menyala atau mengalami kerusakan pada komponen pendukungnya berpotensi menyebabkan pemutus sirkuit bekerja.

Masalah ini dapat dicurigai jika listrik turun berulang kali saat AC mulai beroperasi, meskipun peralatan elektronik lain tidak digunakan secara bersamaan.

Pemeriksaan oleh teknisi diperlukan untuk memastikan sumber gangguan. Hindari mencoba menyalakan AC berulang kali jika listrik terus terputus karena tindakan tersebut dapat memperburuk masalah.

4. Instalasi atau Pengaman Listrik Bermasalah

Kabel, sambungan, dan pemutus sirkuit yang tidak sesuai atau mengalami kerusakan juga dapat menjadi penyebab listrik turun saat AC digunakan.

Sambungan yang longgar, kabel yang terlalu kecil untuk beban, atau pengaman listrik yang sudah bermasalah dapat menimbulkan gangguan. Dalam kondisi tertentu, masalah instalasi juga berisiko menyebabkan panas berlebih dan kebakaran.

Jika muncul bau terbakar, suara mendesis, percikan api, atau bagian stopkontak terasa panas, hentikan penggunaan AC dan jangan menyentuh bagian yang berpotensi berbahaya. Minta teknisi listrik memeriksa instalasi sebelum perangkat digunakan kembali.

5. Kapasitas Pengaman Listrik Tidak Sesuai

Pemutus sirkuit atau miniature circuit breaker (MCB) berfungsi memutus aliran listrik ketika terjadi kondisi seperti beban berlebih atau korsleting. Jika kapasitas dan karakteristik MCB tidak sesuai dengan kebutuhan AC maupun instalasi, listrik dapat terputus ketika perangkat dinyalakan.

Namun, MCB yang sering turun tidak selalu berarti kapasitasnya terlalu kecil. Kondisi tersebut juga bisa menandakan adanya korsleting atau gangguan pada perangkat.

Karena itu, jangan langsung mengganti MCB dengan kapasitas yang lebih besar tanpa pemeriksaan. Pengaman harus disesuaikan dengan kemampuan kabel dan rancangan instalasi agar tetap memberikan perlindungan yang memadai.

Cara mengatasi listrik turun saat AC dinyalakan

Langkah pertama adalah memperhatikan kapan listrik turun. Jika terjadi ketika beberapa perangkat menyala bersamaan, kurangi beban listrik dengan mematikan peralatan yang tidak diperlukan.

Selanjutnya, periksa informasi daya pada label AC dan sesuaikan dengan kapasitas listrik rumah. Jika listrik tetap turun meskipun beban lain sudah dikurangi, kemungkinan terdapat gangguan pada AC, kompresor, atau instalasi listrik.

Jangan membuka unit AC, membongkar panel listrik, atau mengganti komponen pengaman sendiri tanpa pengetahuan yang memadai. Pemeriksaan sebaiknya dilakukan teknisi untuk memastikan penyebabnya dan menentukan perbaikan yang tepat.

Dengan mengetahui sumber masalah, pemilik rumah dapat menentukan apakah perlu mengatur penggunaan peralatan, memperbaiki AC, atau mengevaluasi kapasitas instalasi listrik agar perangkat dapat digunakan dengan aman.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH