TIPS

Marmer di Rumah Mulai Kusam? Ini 5 Cara Membersihkannya

Adri Prima
Minggu 08 November 2026 / 17:00
Ringkasnya gini..
  • Batu alam seperti marmer dan granit perlu dibersihkan dengan bahan sesuai agar warna dan permukaannya tetap terjaga.
  • Sabun cuci piring, aseton, hidrogen peroksida, dan wol baja dapat digunakan untuk mengatasi jenis noda tertentu.
  • Segera keringkan permukaan batu setelah terkena air dan perbarui lapisan pelindung secara berkala setiap enam bulan.
Jakarta: Batu alam yang digunakan pada meja, lantai, hingga dinding perlu dibersihkan dengan bahan yang sesuai agar tidak mudah kusam dan terkikis. Perawatan material dapat dilakukan sesuai jenis noda dan permukaannya.

Batu alam merupakan material yang digunakan sebagai pelapis maupun bagian furnitur rumah. Selain memberikan tampilan alami, material ini memiliki daya tahan dalam penggunaan sehari-hari dan dapat bertahan jangka panjang jika dirawat dengan tepat.

Untuk tetap mempertahankan warnanya, berikut ini lima cara membersihkan batu alam di rumah berdasarkan jenis kotoran dan perawatan yang dibutuhkan:
 

1. Menggunakan Sabun Cuci Piring


Sabun cuci piring dapat digunakan untuk membersihkan permukaan marmer, batu kapur, dan granit karena memiliki pH netral. 

Caranya, campurkan sabun cuci piring dan air dengan perbandingan 1:3, lalu masukkan ke botol semprot. Semprotkan pada permukaan batu, kemudian lap menggunakan kain mikrofiber hingga kering.  Jika meninggalkan residu, encerkan kembali larutan dengan air saringan untuk mengurangi noda akibat endapan mineral.
 

2. Menggunakan Aseton


Aseton dapat digunakan untuk mengangkat noda minyak pada meja dapur, dinding dapur, atau kamar mandi berbahan marmer atau batu alam lain.

Caranya, basahi kain bersih dengan aseton, lalu tempelkan pada area bernoda selama 2 hingga 24 jam, tergantung tingkat keparahan noda. Tutup kain menggunakan plastik pembungkus agar aseton tidak cepat menguap dan dapat bekerja lebih lama.
 

3. Menggunakan Hidrogen Peroksida


Hidrogen peroksida dapat digunakan untuk menghilangkan noda organik pada batu alam, seperti bekas kopi, teh, dan buah. 

Untuk membersihkannya, basahi kain bersih dengan hidrogen peroksida 3 persen, lalu tempelkan pada area bernoda hingga 24 jam. Tutup kain menggunakan plastik pembungkus untuk mencegah penguapan cairan hidrogen peroksida. 
 

4. Menggunakan Wol Baja


Bercak air pada marmer dapat muncul akibat endapan mineral dari air keran, terutama yang memiliki tingkat kesadahan tinggi. Noda ini sering ditemukan pada meja dapur maupun meja kamar mandi.

Untuk menghilangkannya, gunakan wol baja kering dan gosok bagian bernoda secara perlahan dengan gerakan melingkar agar permukaan batu tidak rusak. Selain itu, segera keringkan permukaan batu setelah terkena air untuk mencegah munculnya bercak baru.
 

5. Menggunakan Desinfektan


Permukaan marmer perlu didesinfeksi secara berkala menggunakan cairan pembersih yang disesuaikan dengan warna batu agar tidak menyebabkan perubahan tampilan.

Untuk marmer berwarna putih atau krem, pemutih klorin dapat digunakan dengan mencampurkan dua sendok teh pemutih ke dalam dua cangkir air. Semprotkan larutan, diamkan sesuai petunjuk produk, kemudian bilas dan keringkan.

Sementara itu, marmer berwarna gelap dapat dibersihkan dengan hidrogen peroksida 3 persen, lalu diamkan setidaknya lima menit sebelum membersihkan permukaannya.

Selain lima cara tersebut, menjaga permukaan batu alam tetap kering menjadi bagian penting dalam perawatannya. Air merupakan salah satu penyebab masalah pada permukaan marmer.

Kelembapan dari air dapat menimbulkan noda, kerusakan, hingga pertumbuhan bakteri sehingga tumpahan dan cipratan air sebaiknya segera dibersihkan. Lapisan pelindung batu alam juga perlu diperbarui secara berkala, sebaiknya setiap enam bulan sekali.

Dengan memperhatikan jenis pembersih, cara menghilangkan noda, dan kondisi kelembapan, permukaan marmer dapat terawat dan bersih sepanjang hari. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(PRI)

MOST SEARCH