TIPS

Cegah Risiko Kebakaran, Ini 5 Tips Memilih Produk Kelistrikan

Rizkie Fauzian
Jumat 06 November 2026 / 17:58
Ringkasnya gini..
  • Memilih produk kelistrikan asli dan sesuai standar keselamatan menjadi salah satu langkah menjaga keamanan instalasi rumah.
  • Sebelum membeli perangkat listrik, periksa spesifikasi, fitur perlindungan, penanda keaslian, serta reputasi penjual.
  • Penggunaan MCB dan RCCB dengan fungsi berbeda dapat membantu memberikan perlindungan lebih menyeluruh pada instalasi listrik rumah.
Jakarta: Renovasi rumah menjadi kesempatan untuk mempercantik tampilan sekaligus meningkatkan kenyamanan, mulai dari mengganti warna cat hingga menambah perangkat elektronik. Namun, kondisi kelistrikan rumah juga perlu mendapat perhatian agar perubahan tersebut tidak meningkatkan risiko keselamatan.

Data Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) DKI Jakarta mencatat, sebanyak 741 dari 1.467 kejadian kebakaran sepanjang Januari–September 2026 atau 50,51 persen diduga disebabkan faktor listrik.

Angka tersebut menjadi pengingat pentingnya memperhatikan keamanan kelistrikan, mulai dari kondisi instalasi, cara pemasangan, hingga kualitas produk yang digunakan.

Saat membeli produk kelistrikan untuk renovasi rumah, pertimbangan tidak cukup hanya pada harga dan tampilan. Kesesuaian spesifikasi, standar keselamatan, serta keaslian produk juga perlu diperiksa.

Tips memilih produk listrik untuk rumah

perbaiki listrik
Tips memilih produk listrik untuk rumah. Foto: Freepik

Berikut lima hal yang perlu diperhatikan sebelum membeli produk kelistrikan.

1. Tentukan Kebutuhan Kelistrikan Sebelum Membeli

Penambahan AC, pemanas air, atau perangkat elektronik lainnya dapat meningkatkan kebutuhan daya listrik rumah. Perubahan tata ruang juga mungkin membutuhkan penyesuaian titik lampu, sakelar, dan stopkontak.

Sebelum membeli produk kelistrikan, gunakan jasa teknisi listrik bersertifikat untuk memeriksa kondisi instalasi dan menghitung kebutuhan daya setelah renovasi. Perencanaan ini membantu menentukan jenis, spesifikasi, dan jumlah produk yang dibutuhkan agar sesuai dengan kapasitas instalasi rumah.
 

2. Perhatikan Fungsi, Spesifikasi, dan Standar Keamanan Produk

Setiap produk kelistrikan memiliki fungsi perlindungan yang berbeda dan saling melengkapi. Miniature Circuit Breaker (MCB), misalnya, berfungsi melindungi instalasi dari beban berlebih dan arus hubung singkat atau korsleting. Namun, MCB tidak dirancang untuk memberikan perlindungan khusus terhadap kebocoran arus.

Karena itu, perlindungan instalasi rumah dapat dilengkapi dengan Residual Current Circuit Breaker (RCCB). Perangkat ini memutus aliran listrik ketika mendeteksi kebocoran arus sehingga membantu mengurangi risiko sengatan listrik.

Untuk perangkat sehari-hari seperti sakelar dan stopkontak, perhatikan pula fitur keamanannya. Fitur safety shutter pada stopkontak, misalnya, membantu mencegah sentuhan tidak disengaja pada bagian bertegangan atau masuknya benda asing.

Pastikan produk kelistrikan memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI) yang berlaku untuk jenis produk tersebut serta standar keselamatan lain yang relevan. Jika belum memahami spesifikasinya, mintalah bantuan teknisi listrik untuk menentukan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi instalasi rumah.

3. Pilih Penjual atau Distributor Terpercaya

Baik berbelanja langsung maupun melalui platform e-commerce, pilih toko atau distributor resmi yang terdaftar di situs produsen. Pastikan penjual menyediakan informasi produk secara lengkap dan memberikan bukti pembelian.

Membeli melalui jalur resmi dapat membantu mengurangi risiko mendapatkan produk palsu. Konsumen juga lebih mudah memperoleh informasi mengenai spesifikasi, ketentuan garansi, dan layanan purna jual.

4. Periksa Informasi dan Keaslian Produk

Produk kelistrikan palsu dapat terlihat sangat mirip dengan produk asli, termasuk dari segi kemasan dan logo merek. Karena itu, jangan hanya mengandalkan tampilan saat memeriksa keaslian produk.

Periksa identitas produk, kode produksi, serta penanda keaslian sesuai panduan produsen. Metode pemeriksaan dapat berbeda bergantung pada jenis dan seri produk.

Pentingnya mengenali produk sebelum membeli juga menjadi pesan kampanye "Yang Asli Yang Melindungi" dari Schneider Electric. Melalui kampanye tersebut, masyarakat diajak memahami pentingnya menggunakan produk asli yang dirancang dan diuji sesuai standar keselamatan.

Laman resmi kampanye menyediakan panduan untuk mengenali produk asli berdasarkan jenisnya, informasi pembelian melalui kanal resmi, serta layanan pelaporan apabila konsumen menemukan produk yang diragukan keasliannya.

5. Simpan Bukti Pembelian dan Ketahui Saluran Bantuan Resmi

Setelah membeli produk kelistrikan, simpan struk atau faktur, kemasan asli, serta informasi produk. Dokumen tersebut dapat digunakan untuk keperluan garansi maupun pemeriksaan keaslian.

Jika menemukan kejanggalan pada kemasan atau identitas produk, tunda pemasangan dan hubungi layanan pelanggan resmi produsen. Siapkan informasi produk dan bukti pembelian agar proses pemeriksaan lebih mudah.

Jika perangkat telanjur terpasang, konsultasikan dengan teknisi listrik. Hindari membongkar atau memeriksa perangkat sendiri. Pemeriksaan lebih lanjut sebaiknya dilakukan oleh tenaga kompeten melalui saluran resmi produsen.

Martin Setiawan, President Director Schneider Electric Indonesia & Timor-Leste, mengatakan keaslian produk kelistrikan merupakan bagian penting dari upaya menjaga keselamatan keluarga di rumah.

"Sebagai market-leader, Schneider Electric berkomitmen menjaga kualitas produk melalui pemilihan material, fungsi perlindungan, serta pengujian dan kontrol kualitas yang ketat sesuai standar yang berlaku. Melalui kampanye 'Yang Asli Yang Melindungi', kami mengajak masyarakat memilih produk asli dari distributor resmi dan menghubungi layanan resmi kami jika meragukan keaslian produk," jelas dia.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH