Risiko investasi properti. Foto: Shutterstock
Risiko investasi properti. Foto: Shutterstock

Catat! 4 Risiko Investasi Properti

Properti investasi properti apartemen Bisnis Properti rumah tapak
Rizkie Fauzian • 15 September 2021 20:06
Jakarta: Investasi properti adalah salah satu instrumen bisnis yang digemari banyak orang karena nilainya terus meningkat seiring waktu. Sama halnya dengan logam mulia, properti termasuk aset riil atau aset nyata yang dapat dilihat wujudnya. 
 
Walaupun sifatnya tidak likuid, namun karena nilainya yang terus naik di masa depan, maka kekayaan bersih akan terus bertambah dengan memiliki suatu properti.
 
Itulah sebabnya, ini menjadi pilihan investasi yang terjamin untuk jangka panjang. Namun, meski banyak keuntungan, bukan berarti investasi properti tak ada risikonya.

1. Properti adalah aset yang tidak likuid

Investasi properti memang berbentuk aset nyata, namun sifatnya tidak likuid seperti logam mulia yang bisa langsung dijual.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Butuh waktu yang lama untuk bisa menjual properti dengan harga yang sesuai. Itulah sebabnya investasi ini lebih disarankan untuk jangka panjang saja.
 
Namun sebagian orang tetap memandang investasi properti lebih menguntungkan walau tak likuid karena harganya terus naik dan fluktuasinya tergolong stabil.

2. Aset properti harganya mahal

Walaupun aset ini bisa di kredit, tetap saja harga properti sangatlah mahal, paling tidak ratusan juta hingga miliaran rupiah. Meski Anda membelinya dengan cara mencicil tiap bulan, tetap ada beban bunga yang jumlahnya tak sedikit. 

3. Biaya operasional investasi properti cukup tinggi

Biaya operasional dari kepemilikan properti juga tidak murah. Untuk aset properti berupa bangunan, maka harus dilakukan perawatan kebersihan dan perawatan secara rutin, pastinya juga harus ditempati.
 
Karena bangunan yang tidak ditempati akan cenderung mudah rusak karena tingkat kelembapannya berbeda dengan yang dihuni orang. 
 
Sementara itu, jika jenis propertinya adalah tanah, maka kamu harus mengeluarkan biaya keamanan ekstra. Tanah memang lebih murah soal biaya perawatan, namun ada risiko penyerobotan tanah yang bisa merugikanmu.

4. Harga jual properti ditentukan dengan lokasi

Harga jual dari sebuah properti di masa depan akan ditentukan oleh lokasi aset tersebut. Properti di wilayah rawan bencana tentu lebih murah ketimbang yang di tempat aman. 
 
(KIE)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif