Pertanda atap rumah mulai bocor. Foto: Freepik
Pertanda atap rumah mulai bocor. Foto: Freepik

Waspadai 7 Pertanda Atap Rumah Bocor saat Musim Hujan

Rizkie Fauzian • 07 Mei 2026 12:14
Ringkasnya gini..
  • Noda pada plafon dan cat dinding mengelupas menjadi tanda umum atap rumah bocor.
  • Kebocoran atap yang dibiarkan dapat memicu jamur, bau apek, hingga kerusakan rangka rumah.
  • Pemeriksaan rutin atap dan genteng penting dilakukan terutama saat musim hujan.
Jakarta: Atap rumah memiliki peran penting dalam melindungi bangunan dari panas dan hujan. Namun, seiring usia bangunan dan perubahan cuaca ekstrem, bagian atap rentan mengalami kerusakan yang memicu kebocoran.
 
Kebocoran atap sering kali tidak langsung terlihat dari luar rumah. Dalam banyak kasus, tanda-tandanya justru muncul di bagian dalam hunian dan kerap diabaikan hingga kerusakan menjadi lebih parah.
 
Karena itu, penting mengenali berbagai pertanda atap rumah bocor sejak dini agar perbaikan dapat segera dilakukan sebelum merusak struktur bangunan.

Pertanda atap rumah mulai bocor

Waspadai 7 Pertanda Atap Rumah Bocor saat Musim Hujan
Pertanda atap rumah mulai bocor. Foto: Freepik

1. Plafon muncul noda kuning atau cokelat

Salah satu tanda paling umum adalah munculnya bercak kuning atau kecokelatan pada plafon. Kondisi ini biasanya terjadi akibat rembesan air dari bagian atap.

2. Cat dinding mengelupas

Air yang merembes dari atap dapat membuat kelembapan dinding meningkat. Akibatnya, cat mulai menggelembung, retak, hingga mengelupas.
   

3. Bau apek di dalam rumah

Atap bocor yang dibiarkan terlalu lama dapat memicu tumbuhnya jamur dan membuat ruangan terasa lembap serta berbau apek.

4. Muncul jamur atau lumut

Jamur pada sudut plafon atau dinding menjadi indikasi adanya kelembapan berlebih akibat kebocoran atap.

5. Suara tetesan air saat hujan

Jika terdengar suara tetesan air di plafon atau loteng saat hujan turun, kemungkinan terdapat celah pada atap yang mulai bocor.

6. Rangka atap mulai lapuk

Kebocoran yang berlangsung lama dapat membuat rangka kayu menjadi rapuh dan lapuk karena terus terkena air.

7. Genteng bergeser atau retak

Perubahan posisi genteng akibat angin atau usia material juga dapat menjadi penyebab utama kebocoran atap rumah.

Selain faktor usia bangunan, kebocoran atap juga bisa dipicu pemasangan genteng yang kurang tepat serta saluran air hujan yang tersumbat. Pemeriksaan rutin terutama saat musim hujan dapat membantu mencegah kerusakan lebih besar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan