TIPS
Tips Memasang Jet Pump agar Tidak Cepat Bermasalah
Rizkie Fauzian
Senin 28 September 2026 / 16:58
- Pemasangan jet pump perlu disesuaikan dengan kedalaman sumber air dan kebutuhan penggunaan agar sistem bekerja dengan baik.
- Beberapa hal perlu diperhatikan, mulai dari penggunaan katup kaki, ukuran tangki tekanan, hingga pengaturan tekanan udara.
- Pengisian air sebelum pompa dinyalakan dan penggunaan kabel sesuai spesifikasi juga penting untuk membantu mencegah kerusakan pompa.
Jakarta: Jet pump menjadi salah satu pilihan untuk memenuhi kebutuhan air di rumah maupun tempat usaha, terutama ketika sumber air berada pada kedalaman tertentu. Namun, pemasangan pompa perlu dilakukan dengan tepat agar sistem dapat bekerja optimal dan tidak menimbulkan masalah dalam jangka panjang.
Jet pump bekerja menggunakan sistem venturi untuk membantu menghasilkan daya hisap dari sumber air. Air kemudian dialirkan menuju tempat yang membutuhkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, penyimpanan air, irigasi, maupun meningkatkan tekanan air.
Pemilihan jenis jet pump perlu disesuaikan dengan kedalaman sumber air. Secara umum, terdapat jet pump untuk sumur dangkal dan sumur dalam.
Penggunaannya umumnya ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi dengan sumber air yang relatif dangkal.
Jenis ini dapat digunakan ketika sumber air berada lebih dalam dan kebutuhan air lebih besar.
Sebelum memasang pompa, kualitas dan ketersediaan air tanah juga perlu diperiksa agar sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan tangki dapat membantu mengurangi frekuensi pompa menyala sekaligus menyediakan cadangan air ketika listrik padam.
Penggunaan tangki yang lebih besar dapat membantu mengurangi frekuensi pompa menyala dalam sehari.
Pemeriksaan tekanan dilakukan ketika pompa dalam keadaan mati dan tekanan air di dalam sistem sudah dilepaskan.
Pada sistem sumur dalam, kedua jalur pipa juga perlu dipastikan telah terisi air sebelum pompa dijalankan.
Kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan pada motor maupun kapasitor.
Setiap komponen pada sistem jet pump memiliki fungsi yang saling berkaitan. Karena itu, pemilihan komponen, pemasangan, hingga pengaturan awal perlu diperhatikan sebelum pompa pertama kali dinyalakan agar sistem dapat bekerja dengan baik dan lebih tahan lama. (Syarifah Komalasari)
(KIE)
Jet pump bekerja menggunakan sistem venturi untuk membantu menghasilkan daya hisap dari sumber air. Air kemudian dialirkan menuju tempat yang membutuhkan, baik untuk kebutuhan rumah tangga, penyimpanan air, irigasi, maupun meningkatkan tekanan air.
Pemilihan jenis jet pump perlu disesuaikan dengan kedalaman sumber air. Secara umum, terdapat jet pump untuk sumur dangkal dan sumur dalam.
Jenis Jet Pump
Jenis jet pump. Foto: Marketplace
1. Jet pump sumur dangkal
Jet pump sumur dangkal digunakan untuk mengambil air dari sumber dengan kedalaman hingga sekitar 25 kaki. Jenis ini menggunakan satu impeller dan satu pipa yang terhubung ke sumber air.Penggunaannya umumnya ditujukan untuk kebutuhan rumah tangga dan irigasi dengan sumber air yang relatif dangkal.
2. Jet pump sumur dalam
Sementara itu, jet pump sumur dalam dapat digunakan untuk mengambil air dari sumber dengan kedalaman hingga sekitar 150 kaki. Sistem ini menggunakan dua pipa, yaitu untuk mengambil air dan mengembalikannya ke sumur melalui nozzle venturi.Jenis ini dapat digunakan ketika sumber air berada lebih dalam dan kebutuhan air lebih besar.
Sebelum memasang pompa, kualitas dan ketersediaan air tanah juga perlu diperiksa agar sesuai dengan kebutuhan. Penggunaan tangki dapat membantu mengurangi frekuensi pompa menyala sekaligus menyediakan cadangan air ketika listrik padam.
Tips memasang jet pump
Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan saat memasang jet pump:1. Gunakan katup kaki yang sesuai
Katup kaki atau foot valve berperan dalam menjaga air tetap berada di dalam sistem dan membantu mempertahankan daya hisap pompa. Karena itu, gunakan komponen yang sesuai dengan sistem pompa dan kondisi sumber air.2. Pertimbangkan ukuran tangki tekanan
Ukuran tangki tekanan berpengaruh terhadap frekuensi pompa menyala. Pompa yang terlalu sering hidup dan mati dapat membuat motor menerima lonjakan arus serta menghasilkan panas setiap kali dinyalakan.Penggunaan tangki yang lebih besar dapat membantu mengurangi frekuensi pompa menyala dalam sehari.
3. Atur tekanan udara tangki
Tekanan udara awal pada tangki perlu disesuaikan dengan pengaturan sakelar tekanan. Sebagai contoh, pada sakelar 30/50, tekanan udara awal tangki umumnya diatur sekitar 28 PSI.Pemeriksaan tekanan dilakukan ketika pompa dalam keadaan mati dan tekanan air di dalam sistem sudah dilepaskan.
4. Isi pompa dengan air sebelum dinyalakan
Jet pump perlu diisi air terlebih dahulu sebelum pertama kali digunakan. Menyalakan pompa dalam kondisi tidak terisi air dapat menyebabkan komponen seperti segel mekanis dan impeller mengalami kerusakan.Pada sistem sumur dalam, kedua jalur pipa juga perlu dipastikan telah terisi air sebelum pompa dijalankan.
6. Jangan mengencangkan fitting kuningan secara berlebihan
Sambungan berbahan kuningan perlu dikencangkan secukupnya. Pemasangan yang terlalu kuat dapat menimbulkan retakan halus pada fitting dan berpotensi menyebabkan kebocoran di sekitar sambungan atau tangki.7. Gunakan jalur listrik khusus
Pompa jet dapat membutuhkan arus sekitar 5 hingga 15 ampere, tergantung spesifikasi daya dan tegangan pompa. Penggunaan jalur listrik khusus dapat membantu mengurangi risiko pemutusan ketika peralatan listrik lain digunakan secara bersamaan.8. Sesuaikan ukuran kabel dengan spesifikasi pompa
Ukuran kabel juga perlu disesuaikan dengan kebutuhan daya pompa dan panjang jalur instalasi. Kabel yang terlalu kecil dapat menyebabkan penurunan tegangan sehingga motor bekerja lebih berat dan menghasilkan panas berlebih.Kondisi tersebut dalam jangka panjang dapat mempercepat kerusakan pada motor maupun kapasitor.
Setiap komponen pada sistem jet pump memiliki fungsi yang saling berkaitan. Karena itu, pemilihan komponen, pemasangan, hingga pengaturan awal perlu diperhatikan sebelum pompa pertama kali dinyalakan agar sistem dapat bekerja dengan baik dan lebih tahan lama. (Syarifah Komalasari)
(KIE)