Namun, masih banyak masyarakat yang bertanya-tanya apakah nasi yang disimpan di dalam kulkas tetap aman untuk dikonsumsi.
Pada dasarnya, menyimpan nasi di kulkas diperbolehkan selama dilakukan dengan cara yang tepat. Suhu dingin dapat membantu memperlambat pertumbuhan bakteri sehingga nasi tidak cepat basi dan tetap layak dikonsumsi dalam beberapa hari ke depan.
Tak hanya itu, sejumlah penelitian menyebutkan bahwa nasi yang didinginkan lalu dipanaskan kembali memiliki kandungan resistant starch atau pati resisten yang lebih tinggi. Jenis karbohidrat ini tidak mudah dicerna tubuh dan diketahui bermanfaat untuk kesehatan pencernaan serta membantu mengontrol kadar gula darah.
Batas waktu menyimpan nasi di kulkas
Meski disimpan dalam suhu dingin, nasi tetap memiliki batas waktu konsumsi. Umumnya, nasi putih di kulkas dapat bertahan sekitar tiga hingga empat hari.
Setelah melewati periode tersebut, kualitas nasi biasanya mulai menurun. Teksturnya menjadi lebih keras dan kering, sementara aroma maupun rasanya dapat berubah dan berisiko terdapat bakteri.
Tips menyimpan nasi di kulkas
Agar nasi tetap aman dan nyaman dikonsumsi saat dipanaskan kembali, berikut langkah-langkah yang harus dilakukan:
1. Dinginkan nasi sebelum dimasukkan ke kulkas
Hindari langsung menyimpan nasi yang masih panas ke dalam kulkas. Uap panas dapat meningkatkan suhu di dalam kulkas dan memicu terbentuknya kondensasi yang mempercepat pembusukan.
Biarkan nasi berada pada suhu ruang selama 30 hingga 60 menit hingga tidak lagi mengeluarkan uap. Namun, jangan membiarkannya lebih dari dua jam setelah matang.
2. Gunakan wadah tertutup rapat
Simpan nasi dalam wadah kedap udara atau food container yang memiliki penutup rapat. Cara ini membantu menjaga kelembapan nasi sekaligus mencegahnya menyerap aroma makanan lain yang tersimpan di kulkas.
3. Jangan terlalu lama disimpan di rice cooker
Menyimpan nasi berjam-jam di dalam rice cooker dapat membuat teksturnya mengering, menguning, bahkan menjadi basi. Sebaiknya nasi yang tidak habis segera dipindahkan ke wadah penyimpanan setelah cukup dingin.
4. Bagi nasi menjadi beberapa porsi kecil
Membagi nasi ke dalam beberapa wadah berukuran kecil akan memudahkan saat ingin mengonsumsinya kembali. Selain lebih praktis, cara ini juga membantu menjaga kualitas nasi yang belum digunakan karena tidak perlu berulang kali terpapar udara luar.
5. Manfaatkan plastik wrap atau aluminium foil
Jika tidak memiliki wadah penyimpanan, nasi dapat dibungkus menggunakan plastik wrap atau aluminium foil per porsi. Metode ini membantu mengurangi paparan udara sehingga nasi tidak mudah kering saat disimpan.
6. Hindari menyimpan nasi yang terlalu basah
Nasi yang terlalu lembek atau mengandung banyak air cenderung lebih cepat basi. Karena itu, pastikan kondisi nasi tidak terlalu basah sebelum disimpan di dalam kulkas.
7. Letakkan di bagian dalam kulkas
Simpan nasi di rak bagian dalam kulkas, bukan di pintu. Suhu di bagian dalam umumnya lebih stabil dibandingkan pintu kulkas yang sering mengalami perubahan suhu akibat aktivitas buka-tutup.
Dengan penyimpanan yang tepat, nasi sisa tetap dapat dikonsumsi dengan aman sekaligus membantu mengurangi pemborosan makanan di rumah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda