TIPS

5 Tanaman Hias untuk Kamar Tidur agar Terasa Lebih Nyaman dan Segar

Rizkie Fauzian
Sabtu 24 Oktober 2026 / 09:59
Ringkasnya gini..
  • Sirih gading dan lidah mertua cocok untuk kamar dengan ruang terbatas karena bentuknya praktis dan perawatannya relatif mudah.
  • Lili perdamaian, spider plant, dan palem kuning dapat menjadi pilihan untuk menghadirkan variasi bentuk daun dan suasana alami di kamar.
  • Perhatikan kebutuhan cahaya, penyiraman, dan keamanan hewan peliharaan sebelum memilih tanaman hias untuk kamar tidur.
Jakarta: Kamar tidur bukan hanya tempat beristirahat, tetapi juga ruang pribadi untuk melepas penat setelah menjalani aktivitas sehari-hari. Salah satu cara sederhana untuk membuat kamar terasa lebih nyaman adalah menambahkan tanaman hias.

Warna hijau dan bentuk daun yang beragam dapat memberikan sentuhan alami sekaligus mempercantik ruangan. Namun, pemilihan tanaman untuk kamar tidur sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan tampilannya.

Pencahayaan alami, ukuran ruangan, dan kebutuhan perawatan perlu diperhatikan agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Menurut Royal Horticultural Society (RHS), keberadaan tanaman di dalam ruangan berpotensi mendukung kesejahteraan psikologis, termasuk suasana hati dan persepsi terhadap lingkungan. Berikut lima tanaman hias yang bisa dipertimbangkan untuk mempercantik kamar tidur.

Tanaman hias yang mempercantik kamar tidur

Kamar Tidur Minimalis Boho
Tanaman hias yang mempercantik kamar tidur. Foto: AI
 

1. Sirih Gading

Sirih gading (Epipremnum aureum) cocok untuk kamar yang ingin diberi sentuhan hijau tanpa memakan banyak ruang. Tanaman ini memiliki daun berbentuk hati dan batang menjuntai yang cocok ditempatkan di rak atau pot gantung.

University of Maryland Extension menjelaskan bahwa sirih gading dapat beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah, meskipun pertumbuhannya lebih optimal jika mendapat pencahayaan yang cukup. Karena itu, letakkan tanaman di area dengan cahaya alami tidak langsung.

Perawatannya relatif sederhana. Siram ketika media tanam mulai mengering dan hindari kondisi akar yang terus-menerus terendam air.

Namun, sirih gading beracun bagi kucing dan anjing jika tertelan. Jika memiliki hewan peliharaan, tempatkan tanaman ini jauh dari jangkauan mereka.

2. Lidah Mertua

Lidah mertua (Dracaena trifasciata), yang sebelumnya dikenal sebagai Sansevieria trifasciata, memiliki daun tegak memanjang sehingga cocok untuk kamar berukuran kecil. Bentuknya yang ramping memudahkan tanaman ini ditempatkan di sudut ruangan tanpa menghabiskan banyak tempat.

University of Maryland Extension menyebutkan bahwa lidah mertua mampu bertahan dalam kondisi cahaya rendah dan periode kering. Karakteristik tersebut membuatnya menjadi pilihan bagi orang yang belum terbiasa merawat tanaman.

Meski relatif mudah dirawat, lidah mertua tetap membutuhkan pencahayaan yang sesuai dan tidak boleh terlalu sering disiram. Pastikan media tanam mengering sebelum penyiraman berikutnya untuk mengurangi risiko akar membusuk.

Tanaman ini juga perlu dijauhkan dari hewan peliharaan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan jika tertelan.

3. Lili Perdamaian

Lili perdamaian (Spathiphyllum) bisa menjadi pilihan untuk menghadirkan tampilan kamar yang lebih lembut. Daunnya berwarna hijau mengilap, sedangkan bunganya memiliki ciri khas berupa seludang putih yang mengelilingi tongkol bunga.

RHS memasukkan Spathiphyllum sebagai salah satu tanaman hias populer untuk ruangan. Tanaman ini umumnya menyukai cahaya terang tidak langsung dan media tanam yang lembap, tetapi tidak tergenang air.

Dibandingkan tanaman yang tahan terhadap kondisi kering, lili perdamaian membutuhkan perhatian lebih terhadap penyiraman. Periksa kondisi media tanam secara berkala agar kelembapannya tetap terjaga.

Perlu diperhatikan bahwa lili perdamaian beracun bagi kucing dan anjing jika tertelan. Pertimbangkan faktor ini sebelum menempatkannya di kamar tidur.

4. Spider Plant

Spider plant (Chlorophytum comosum) memiliki daun panjang dan melengkung. Pada sejumlah varietas, daunnya menampilkan perpaduan warna hijau dan putih yang memberikan kesan ringan dan segar.

Tanaman ini cocok untuk kamar dengan dekorasi minimalis maupun gaya natural. Daunnya dapat menjadi elemen dekoratif ketika ditempatkan di pot biasa atau pot gantung.

RHS merekomendasikan spider plant sebagai salah satu tanaman yang dapat beradaptasi dengan kondisi cahaya rendah. Meski demikian, tanaman ini tetap membutuhkan pencahayaan yang memadai agar dapat tumbuh dengan baik.

Tempatkan di area dengan cahaya alami tidak langsung. Siram sesuai kondisi media tanam dan gunakan pot berlubang drainase agar kelebihan air dapat mengalir keluar.

5. Palem Kuning

Palem kuning (Dypsis lutescens) bisa menjadi pilihan jika ingin menghadirkan suasana tropis di kamar tidur. Tanaman ini memiliki banyak anak daun yang tumbuh dari batang ramping sehingga tampilannya terlihat rimbun dan dekoratif.

Penelitian yang dibahas RHS mengenai persepsi terhadap tanaman dalam ruangan menunjukkan bahwa tanaman tertentu dapat memberikan kesan lingkungan yang lebih menyenangkan. Namun, manfaat tersebut berkaitan dengan persepsi dan kesejahteraan, bukan jaminan bahwa tanaman dapat membersihkan udara kamar secara signifikan.

Palem kuning sebaiknya ditempatkan di area dengan cahaya terang tidak langsung. Siram ketika bagian atas media tanam mulai mengering dan hindari paparan sinar matahari langsung yang terlalu kuat, terutama jika tanaman belum terbiasa.

Sebelum membeli tanaman hias untuk kamar tidur, perhatikan kondisi pencahayaan dan posisi jendela. Sesuaikan pula ukuran tanaman dengan luas ruangan agar tidak mengganggu aktivitas sehari-hari.

Tanaman hias dapat mempercantik ruangan dan menghadirkan suasana alami. Namun, jangan mengandalkannya sebagai satu-satunya cara untuk memperbaiki kualitas udara. Ventilasi yang baik dan sirkulasi udara tetap penting untuk menjaga kenyamanan kamar tidur. (Vira Farhatul Maula)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH