TIPS
Menata Ruang Tamu Tak Harus Terpaku pada 4 Aturan Ini
Rizkie Fauzian
Kamis 05 November 2026 / 09:58
- Penataan ruang tamu tidak harus selalu menjadikan televisi dan sofa sebagai pusat ruangan. Ada beberapa aturan desain yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan penghuni.
- Penggunaan kursi individual, meja kerja multifungsi, dan lampu dinding dapat menjadi alternatif untuk menciptakan ruang tamu yang nyaman sekaligus fungsional.
- Ruang tamu dapat dimanfaatkan untuk berbagai aktivitas, mulai dari bersantai, berkumpul bersama keluarga, hingga bekerja. Penataan furnitur dan pencahayaan perlu disesuaikan dengan fungsi ruangan.
Jakarta: Ruang tamu menjadi salah satu area di rumah untuk bersantai, berkumpul bersama keluarga, hingga menerima tamu. Karena itu, penataannya perlu memperhatikan kenyamanan sekaligus fungsi ruang.
Namun, desain ruang tamu tidak harus selalu mengikuti aturan yang umum diterapkan, seperti menjadikan televisi sebagai pusat ruangan atau menempatkan sofa sebagai furnitur utama.
Desainer interior menyebut sejumlah aturan penataan ruang tamu dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. Dengan penataan yang tepat, ruangan tetap terlihat menarik sekaligus mendukung berbagai aktivitas.
Berikut empat aturan desain ruang tamu yang bisa dilanggar untuk menciptakan ruangan lebih nyaman dan fungsional.
Televisi bisa ditempatkan di salah satu sisi ruangan atau menjadi bagian dari lemari penyimpanan. Dengan begitu, ruang tamu memiliki lebih dari satu area aktivitas.
Menurut Leah Hook, pendiri sekaligus desainer utama Gray Oak Studio, ruangan berukuran besar dapat dibagi menjadi beberapa zona sesuai fungsinya. Televisi cukup menjadi pusat perhatian di salah satu zona, bukan seluruh ruangan.
Sementara itu, area dinding utama dapat dimanfaatkan untuk memajang lukisan atau dekorasi sehingga menghadirkan titik fokus yang lebih personal.
Namun, penggunaan sofa bukan satu-satunya cara untuk menciptakan ruang duduk yang nyaman. Kursi individual dapat menjadi alternatif karena lebih mudah dipindahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Desainer Jen Levy dari Surrounded by Color mencontohkan penggunaan enam kursi yang mengelilingi meja rendah di ruang tamu. Penataan tersebut memungkinkan penghuni mengubah posisi duduk saat menerima tamu atau melakukan aktivitas bersama, seperti menyusun puzzle.
Kombinasi sofa dan kursi yang fleksibel juga membuat ruangan lebih mudah digunakan untuk berbagai kegiatan.
Leah Hook menyarankan agar area kerja dirancang menyatu dengan konsep interior ruang tamu. Salah satunya dengan menggunakan meja berukuran ramping dan kursi yang tetap nyaman digunakan sebagai tempat duduk tambahan.
Meja kerja juga dapat ditempatkan di dalam furnitur built-in atau lemari penyimpanan. Tambahkan kabinet tertutup untuk menyimpan perlengkapan kerja agar ruangan tetap terlihat rapi ketika tidak digunakan.
Penataan seperti ini memungkinkan penghuni tetap bekerja atau belajar sambil beraktivitas bersama anggota keluarga.
Desainer Robin Heller dari Surrounded by Color menyarankan penggunaan lampu dinding atau wall sconce sebagai alternatif. Lampu ini dapat dipasang di samping lemari built-in atau di kedua sisi perapian.
Selain memberikan pencahayaan tambahan, lampu dinding juga dapat menjadi elemen dekoratif yang mempercantik interior. Penggunaannya membantu mengurangi kebutuhan lampu lantai sehingga area ruangan terasa lebih lapang.
Pada akhirnya, penataan ruang tamu sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan penghuni rumah. Tidak semua aturan desain harus diikuti selama furnitur, pencahayaan, dan pembagian area dapat mendukung kenyamanan serta fungsi ruangan.
(KIE)
Namun, desain ruang tamu tidak harus selalu mengikuti aturan yang umum diterapkan, seperti menjadikan televisi sebagai pusat ruangan atau menempatkan sofa sebagai furnitur utama.
Desainer interior menyebut sejumlah aturan penataan ruang tamu dapat disesuaikan dengan kebutuhan penghuni. Dengan penataan yang tepat, ruangan tetap terlihat menarik sekaligus mendukung berbagai aktivitas.
Berikut empat aturan desain ruang tamu yang bisa dilanggar untuk menciptakan ruangan lebih nyaman dan fungsional.
Aturan desain ruang tamu
Aturan desain ruang tamu. Foto: AI
1. Televisi Harus Menjadi Pusat Ruangan
Televisi sering ditempatkan sebagai titik fokus utama ruang tamu, biasanya di tengah dinding terbesar atau di atas perapian. Padahal, penataan tersebut tidak harus selalu diterapkan.Televisi bisa ditempatkan di salah satu sisi ruangan atau menjadi bagian dari lemari penyimpanan. Dengan begitu, ruang tamu memiliki lebih dari satu area aktivitas.
Menurut Leah Hook, pendiri sekaligus desainer utama Gray Oak Studio, ruangan berukuran besar dapat dibagi menjadi beberapa zona sesuai fungsinya. Televisi cukup menjadi pusat perhatian di salah satu zona, bukan seluruh ruangan.
Sementara itu, area dinding utama dapat dimanfaatkan untuk memajang lukisan atau dekorasi sehingga menghadirkan titik fokus yang lebih personal.
2. Sofa Harus Menjadi Furnitur Utama
Sofa biasanya menjadi furnitur utama di ruang tamu. Bahkan, semakin luas ruangan, semakin banyak sofa yang ditempatkan untuk menyediakan tempat duduk.Namun, penggunaan sofa bukan satu-satunya cara untuk menciptakan ruang duduk yang nyaman. Kursi individual dapat menjadi alternatif karena lebih mudah dipindahkan dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Desainer Jen Levy dari Surrounded by Color mencontohkan penggunaan enam kursi yang mengelilingi meja rendah di ruang tamu. Penataan tersebut memungkinkan penghuni mengubah posisi duduk saat menerima tamu atau melakukan aktivitas bersama, seperti menyusun puzzle.
Kombinasi sofa dan kursi yang fleksibel juga membuat ruangan lebih mudah digunakan untuk berbagai kegiatan.
3. Area Bersantai dan Bekerja Harus Terpisah
Bekerja dari rumah membuat ruang tamu terkadang ikut difungsikan sebagai area kerja. Meski demikian, meja kerja tidak harus membuat tampilan ruang menjadi berantakan atau kehilangan fungsi utamanya.Leah Hook menyarankan agar area kerja dirancang menyatu dengan konsep interior ruang tamu. Salah satunya dengan menggunakan meja berukuran ramping dan kursi yang tetap nyaman digunakan sebagai tempat duduk tambahan.
Meja kerja juga dapat ditempatkan di dalam furnitur built-in atau lemari penyimpanan. Tambahkan kabinet tertutup untuk menyimpan perlengkapan kerja agar ruangan tetap terlihat rapi ketika tidak digunakan.
Penataan seperti ini memungkinkan penghuni tetap bekerja atau belajar sambil beraktivitas bersama anggota keluarga.
4. Penerangan Harus Mengandalkan Lampu Lantai dan Meja
Lampu lantai dan lampu meja sering digunakan untuk menciptakan suasana hangat di ruang tamu, terutama pada malam hari. Namun, pencahayaan tidak harus selalu mengandalkan kedua jenis lampu tersebut.Desainer Robin Heller dari Surrounded by Color menyarankan penggunaan lampu dinding atau wall sconce sebagai alternatif. Lampu ini dapat dipasang di samping lemari built-in atau di kedua sisi perapian.
Selain memberikan pencahayaan tambahan, lampu dinding juga dapat menjadi elemen dekoratif yang mempercantik interior. Penggunaannya membantu mengurangi kebutuhan lampu lantai sehingga area ruangan terasa lebih lapang.
Pada akhirnya, penataan ruang tamu sebaiknya disesuaikan dengan kebiasaan dan kebutuhan penghuni rumah. Tidak semua aturan desain harus diikuti selama furnitur, pencahayaan, dan pembagian area dapat mendukung kenyamanan serta fungsi ruangan.
(KIE)