Cara menyimpan daging kurban agar tahan lama. Foto: Freepik
Cara menyimpan daging kurban agar tahan lama. Foto: Freepik

Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tahan Lama dan Tetap Segar

Rizkie Fauzian • 28 Mei 2026 09:43
Ringkasnya gini..
  • Penyimpanan daging kurban yang tepat membantu menjaga kesegaran, kualitas, dan kandungan gizi agar tahan lebih lama.
  • Daging kurban sebaiknya disimpan dalam porsi kecil dengan suhu freezer minus 18 derajat Celsius untuk penyimpanan jangka panjang.
  • Penggunaan kemasan vakum atau plastik food grade dapat membantu memperlambat pertumbuhan mikroba pada daging kurban.
Jakarta: Hari Raya Iduladha identik dengan pembagian daging kurban kepada masyarakat. Agar kualitas daging tetap segar, aman dikonsumsi, dan tidak cepat rusak, penyimpanan yang tepat perlu dilakukan sejak awal.
 
Penyimpanan daging kurban bukan hanya untuk menjaga kesegaran makanan, tetapi juga mencegah pemborosan. Daging yang disimpan tanpa penanganan yang benar lebih mudah mengalami perubahan aroma, tekstur, hingga penurunan kualitas sehingga berisiko terbuang sia-sia.
 
Selain itu, teknik penyimpanan yang tepat juga membantu mempertahankan kandungan gizi pada daging. Dengan suhu dan kemasan yang sesuai, daging kurban dapat bertahan lebih lama dan tetap layak dikonsumsi.

Dilansir dari Badan Amil Zakat Nasional atau Baznas, makanan merupakan nikmat yang perlu dijaga dengan baik. Karena itu, pengelolaan daging kurban secara tepat juga dapat dimaknai sebagai bentuk rasa syukur atas rezeki yang diberikan Allah SWT.

Cara menyimpan daging kurban agar tahan lama

Cara Menyimpan Daging Kurban agar Tahan Lama dan Tetap Segar
Cara menyimpan daging kurban agar tahan lama. Foto: Freepik
 
Berikut beberapa cara menyimpan daging kurban agar tetap segar dan tahan lama.

1. Bersihkan daging sebelum disimpan

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membersihkan daging dari sisa darah dan kotoran menggunakan air bersih mengalir. Setelah dicuci, daging sebaiknya ditiriskan hingga benar-benar kering agar kelembapan tidak memicu pertumbuhan bakteri.
 
Daging juga dianjurkan disimpan dalam porsi kecil sesuai kebutuhan memasak. Cara ini memudahkan proses pembekuan sekaligus menghindari daging keluar-masuk freezer terlalu sering.

2. Simpan pada suhu yang sesuai

Untuk konsumsi dalam satu hingga dua hari, daging dapat disimpan di chiller kulkas dengan suhu sekitar 0 hingga 4 derajat Celsius. Sementara itu, penyimpanan jangka panjang lebih ideal dilakukan di freezer bersuhu minus 18 derajat Celsius agar daging dapat bertahan hingga enam bulan.
 
 
Gunakan wadah tertutup atau plastik khusus makanan agar kualitas daging tetap terjaga dan tidak terkontaminasi bahan makanan lain di dalam kulkas.

3. Jangan langsung simpan setelah dipotong

Daging yang baru dipotong sebaiknya tidak langsung dimasukkan ke freezer. Diamkan terlebih dahulu selama sekitar empat hingga enam jam agar melewati proses alami rigor mortis, yakni fase ketika otot daging menjadi kaku setelah penyembelihan.
 
Jika langsung dibekukan, tekstur daging bisa menjadi lebih keras saat diolah. Selain itu, daging yang masih panas juga dapat memengaruhi kestabilan suhu di dalam kulkas dan mempercepat kerusakan makanan lain.

4. Gunakan kemasan vakum atau food grade

Kemasan vakum menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga kualitas daging karena dapat mengurangi udara di dalam kemasan sehingga pertumbuhan mikroba menjadi lebih lambat.
 
Jika tidak memiliki alat vakum, plastik zipper food grade juga dapat digunakan dengan cara mengeluarkan udara sebanyak mungkin sebelum ditutup rapat. Tambahkan label tanggal penyimpanan agar lebih mudah memantau masa simpan daging.

5. Kelola daging kurban dengan bijak

Selain memperhatikan teknik penyimpanan, pengelolaan daging kurban juga perlu dilakukan secara bijak sesuai kebutuhan. Setelah pembagian dilakukan sesuai syariat, daging dapat disimpan dan dimanfaatkan secara optimal agar tidak terbuang percuma.
 
Mulai dari proses pembersihan, pengaturan suhu, hingga penggunaan kemasan yang tepat dapat membantu menjaga kesegaran daging kurban lebih lama dan tetap aman dikonsumsi. (Syarifah Komalasari)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan